Bengkulu Siaga Megathrust, Kogabwilhan I Gelar Simulasi Besar di Pantai Tapak Paderi

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TINJAU: Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, memimpin langsung simulasi penanggulangan bencana besar di kawasan Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu, (Jumat 17 April 2026)--FOTO: HANDI//MBG.

TINJAU: Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, memimpin langsung simulasi penanggulangan bencana besar di kawasan Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu, (Jumat 17 April 2026)--FOTO: HANDI//MBG.

RAKYATMERAHPUTIH – Ancaman gempa megathrust yang membayangi pesisir barat Sumatera mendorong langkah serius dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I menggelar simulasi penanggulangan bencana besar di kawasan Pantai Tapak Paderi, Kota Bengkulu, Jumat 17 April 2026.

Sejak pagi, suasana pantai berubah drastis. Suara deru helikopter menggema di udara, sementara drone terus berputar memantau kondisi dari atas. Di darat, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga medis hingga relawan bergerak cepat, seolah menghadapi bencana nyata.

Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari kesiapan menghadapi ancaman yang benar-benar ada.

“Ini bukan latihan biasa. Kita sinkronkan dan lengkapi SOP agar semakin matang, terutama menghadapi kondisi darurat yang menuntut kesiapan penuh,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan tidak cukup hanya di atas kertas. Semua harus teruji di lapangan, mulai dari kecepatan respons, kelengkapan peralatan, hingga ketepatan dalam mengambil keputusan.

“Semua harus disiagakan, dari SOP hingga alat. Tujuan kita jelas, menyelamatkan sebanyak mungkin masyarakat dan menekan jumlah korban,” tegasnya.

Baca Juga :  DLH Kota Bengkulu Terapkan Tong Komposter, Solusi Baru Atasi Sampah Rumah Tangga

Simulasi ini tidak hanya digelar di Bengkulu, tetapi juga berlangsung serentak di dua provinsi lain, yakni Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan wilayah pesisir barat Sumatera secara menyeluruh.

Di lokasi simulasi, berbagai skenario diperagakan. Tim evakuasi tampak sigap mengevakuasi “korban” dari titik-titik terdampak. Kapal boat berjajar di bibir pantai, siap digunakan untuk evakuasi melalui jalur laut jika akses darat terputus.

Sementara itu, helikopter disiagakan untuk skenario evakuasi cepat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Drone juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi area rawan dan memantau perkembangan situasi secara real time.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana melalui koordinasi lintas sektor.

“Kita siapkan semuanya dalam satu sistem komando terpadu. Tidak boleh ada celah dalam koordinasi, mulai dari prabencana hingga pascabencana,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa Bengkulu termasuk daerah rawan gempa besar, termasuk potensi megathrust yang bisa mencapai magnitudo di atas 8,9. Oleh karena itu, penguatan sistem peringatan dini menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Dorong Intervensi Pusat Atasi Jalan Rusak Kepahiang, Menteri Langung Ditelpon

“Saat ini kita memiliki lima sirine early warning system yang aktif. Tapi itu belum cukup. Kita perlu menambah agar seluruh wilayah pesisir bisa terjangkau,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kesiapan masyarakat melalui pembangunan jalur evakuasi dan pembentukan desa tangguh bencana. Menurutnya, masyarakat adalah garda terdepan saat bencana terjadi.

Simulasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana seluruh unsur harus bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana besar. Tidak hanya mengandalkan personel, tetapi juga dukungan teknologi dan kesiapan sistem yang matang.

“Lebih baik kita siap meski bencana tidak terjadi, daripada bencana datang saat kita belum siap,” tutup Herwan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman gempa megathrust bukan sekadar isu. Potensi tersebut nyata dan bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan menjadi kunci utama untuk melindungi masyarakat Bengkulu dari dampak bencana yang lebih besar.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Langkah Besar Bupati Azhari, Lebong Disiapkan Jadi Pusat Pengembangan Teknologi Pertanian Bengkulu
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Bengkulu Pulang Lengkap, Pemprov Sambut Penuh Haru
Ribuan Pelajar Kota Bengkulu Terima Beasiswa PIP, Bukti Komitmen PDIP Dukung Pendidikan
Dari Gubuk Menjadi Rumah Layak Huni, Cerita Haru Warga Bengkulu yang Tersentuh Program Mardiyono
PHRI Bengkulu Perkuat Konsolidasi, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Pelaku Usaha
Stok Beras Nasional Lampaui 5 Juta Ton, Indonesia Makin Siap Hadapi Gejolak Pangan
Gerindra Seluma: Keputusan Presiden Ganti Kepala BGN Demi Sukseskan Program MBG
Kapolda: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan, 324 Kasus 3C Diungkap 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WIB

Langkah Besar Bupati Azhari, Lebong Disiapkan Jadi Pusat Pengembangan Teknologi Pertanian Bengkulu

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:43 WIB

Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Bengkulu Pulang Lengkap, Pemprov Sambut Penuh Haru

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ribuan Pelajar Kota Bengkulu Terima Beasiswa PIP, Bukti Komitmen PDIP Dukung Pendidikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:49 WIB

Dari Gubuk Menjadi Rumah Layak Huni, Cerita Haru Warga Bengkulu yang Tersentuh Program Mardiyono

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:58 WIB

PHRI Bengkulu Perkuat Konsolidasi, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru