Dari Gubuk Menjadi Rumah Layak Huni, Cerita Haru Warga Bengkulu yang Tersentuh Program Mardiyono

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Air mata Hartati tak mampu dibendung saat menerima kunci rumah barunya. Perempuan sederhana itu tak pernah membayangkan rumah yang dulu nyaris roboh kini berubah menjadi bangunan layak huni lengkap dengan perabotan.

Perubahan hidup itu datang melalui program bedah rumah yang digagas mantan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono.

Bagi Hartati dan keluarganya, bantuan tersebut bukan sekadar bangunan baru. Lebih dari itu, rumah tersebut mengembalikan rasa percaya diri yang selama ini hilang akibat kondisi ekonomi yang sulit.

“Dulu kami tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan. Sekarang kami bisa hidup lebih layak,” ujarnya.

Program bedah rumah menjadi salah satu warisan sosial yang paling dikenang selama Mardiyono memimpin Polda Bengkulu sejak Maret 2025 hingga Mei 2026.

Baca Juga :  Semangat Gotong Royong Warga Lebong Bangkit, Pemerintah dan Aparat Turun Bersihkan Lumpur Banjir

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, REI, Pelindo hingga dukungan dana sosial Sriduri yang berasal dari sedekah rutin personel kepolisian.

Dana tersebut kemudian disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk pembangunan rumah, biaya pengobatan, maupun bantuan kemanusiaan lainnya.

Tidak sedikit keluarga yang merasakan dampak langsung dari program tersebut.

Yanto, warga penerima bantuan lainnya, mengaku kehidupan keluarganya berubah sejak mendapatkan rumah layak huni.

Menurutnya, rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga menjadi sumber kehormatan dan kebahagiaan keluarga.

Baca Juga :  PT SIL dan PT Bio Hadir untuk Rakyat, Puluhan Hewan Kurban Disalurkan ke Desa Penyangga

“Sekarang kami tidak malu lagi. Anak-anak juga lebih nyaman tinggal di rumah,” katanya.

Program kemanusiaan yang dijalankan Mardiyono mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai langsung menyentuh kebutuhan warga.

Banyak pihak menilai pendekatan sosial yang dilakukan menjadi contoh bahwa kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di balik seragam dan jabatan tinggi yang diembannya, Mardiyono dikenal sering turun langsung melihat kondisi warga yang membutuhkan bantuan.

Pendekatan itulah yang membuat banyak masyarakat merasa dekat dengannya.

Kini, setelah dipercaya menjadi Kakorbinmas Baharkam Polri, masyarakat Bengkulu berharap semangat kepedulian yang ditinggalkan Mardiyono tetap berlanjut.

Berita Terkait

Bupati Bengkulu Tengah Ajak Warga Hijaukan Daerah, Bibit Pohon Gratis Cukup Tunjukkan KTP
Helmi Hasan: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Sukses Program Bantu Rakyat
Imigrasi Bengkulu Bentuk 9 Kelurahan Binaan untuk Perkuat Pencegahan TPPO dan TPPM
Uji Makalah Jadi Penentu Awal, Calon Karo Hukum Diminta Tawarkan Gagasan Terbaik
JPU Minta Latifa Ditahan Usai Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Jaksa Nilai Latifa Terbukti Gelapkan Dana Perusahaan, Tuntut 4,5 Tahun Penjara
Akui Pakai Uang Perusahaan, Latifa Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Sidang Korupsi GOR Kepahiang, Kuasa Hukum Nilai Perkara Hanya Salah Administrasi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:13 WIB

Bupati Bengkulu Tengah Ajak Warga Hijaukan Daerah, Bibit Pohon Gratis Cukup Tunjukkan KTP

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:38 WIB

Helmi Hasan: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Sukses Program Bantu Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 19:43 WIB

Imigrasi Bengkulu Bentuk 9 Kelurahan Binaan untuk Perkuat Pencegahan TPPO dan TPPM

Senin, 27 Juli 2026 - 18:55 WIB

Uji Makalah Jadi Penentu Awal, Calon Karo Hukum Diminta Tawarkan Gagasan Terbaik

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:39 WIB

JPU Minta Latifa Ditahan Usai Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Berita Terbaru

Bengkulu

JPU Minta Latifa Ditahan Usai Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Selasa, 21 Jul 2026 - 23:39 WIB