RAKYATMERAHPUTIH – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bengkulu terus memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI yang akan digelar pada 15 Juli 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran PHRI sebagai wadah para pelaku usaha hotel dan restoran sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Plt Ketua BPD PHRI Bengkulu, Tajri Rachman, mengatakan organisasi yang sehat dan aktif sangat dibutuhkan untuk menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dengan pemerintah.
Menurutnya, industri hotel dan restoran memiliki peran besar dalam mendukung berbagai aktivitas pembangunan, mulai dari sektor pariwisata, investasi, hingga penyelenggaraan kegiatan berskala regional dan nasional.
“PHRI menjadi rumah bersama bagi para pelaku usaha hotel dan restoran. Di sini mereka bisa berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan usaha,” kata Tajri.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini jumlah anggota PHRI Bengkulu terus bertambah. Organisasi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam pengembangan sektor perhotelan dan restoran.
Sementara itu, panitia Musda terus mempersiapkan seluruh tahapan agar kegiatan berjalan lancar dan sesuai aturan organisasi.
Ketua SC Musda VI PHRI Bengkulu, Affan Setiawan, menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan secara profesional dengan melibatkan koordinasi bersama Badan Pimpinan Pusat PHRI.
“Semua tahapan kami jalankan sesuai mekanisme organisasi. Kami ingin Musda ini menghasilkan kepemimpinan yang kuat dan mampu membawa PHRI Bengkulu lebih maju,” ujarnya.
Affan menambahkan bahwa kepengurusan baru nantinya diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai stakeholder lainnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









