Kasus Penganiayaan ART Memicu Polemik Publik karena Libatkan Anak Anggota DPRD Bengkulu

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 11:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mapolresta Bengkulu (foto: dok istimewa)

Mapolresta Bengkulu (foto: dok istimewa)

Bengkulu – Kasus penganiayaan ART menjadi perbincangan hangat setelah mencuat ke publik, Sabtu (15/11/25).

Bukan semata karena tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang Asisten Rumah Tangga, tetapi karena korban merupakan anak dari anggota DPRD Kota Bengkulu, Fachrulsyah atau yang akrab disapa Bang Aul.

Kasus penganiayaan ART ini telah ditangani serius oleh penyidik Reskrim Polresta Bengkulu. Aparat resmi menetapkan ART tersebut sebagai tersangka setelah menemukan bukti permulaan yang dinilai mencukupi.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu Kompol Sujud menegaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan prosedur dan alat bukti yang kuat.

Baca Juga :  Retreat Merah Putih Jadi Senjata Moral ASN Bengkulu Sambut 2026

“Semuanya insyaallah sudah dengan bukti permulaan yang cukup dan disertai dua alat bukti yang ada. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kompol Sujud.

Viral Karena Libatkan Anak Anggota Dewan

Kasus penganiayaan ART ini viral lantaran melibatkan keluarga anggota DPRD. Bahkan muncul dugaan bahwa pelaku akan lepas dari jerat hukum. Menanggapi isu tersebut, Kasat Reskrim menegaskan bahwa kepolisian bekerja objektif dan tidak memandang status sosial kedua belah pihak.

“Kami tidak melihat korban sebagai anak anggota dewan dan pelaku sebagai ART. Yang penegak hukum lihat adalah peristiwa dan perbuatan yang ada. Ditambah lagi bukti bukti awal sudah cukup,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Dugaan Jaringan Curanmor Bengkulu, Residivis BS Diduga Terlibat Banyak Aksi Kejahatan

Upaya Damai Gagal

Kompol Sujud juga membeberkan bahwa pihak kepolisian sempat mengupayakan perdamaian antara keluarga korban dan pelaku. Namun upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan.

Kasus Penganiayaan ART ini masih terus mendapatkan perhatian publik, terutama karena sensitifnya hubungan antara korban dan pelaku serta posisi keluarga korban. Kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Berita Terbaru

Bengkulu

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:14 WIB