BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendorong para pemuda desa memanfaatkan program beasiswa yang disiapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan bekerja sama dengan Jepang.
Program tersebut menyediakan sekitar 45.000 beasiswa bagi pemuda desa di Indonesia. Peserta yang lolos seleksi nantinya akan menjalani pendidikan selama dua tahun di Jepang sekaligus mendapatkan uang saku.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan Pemprov Bengkulu kini mulai mempersiapkan para pemuda desa untuk mengikuti program tersebut.
“Kita rapat ya, khusus membahas ada program pemerintah pusat, Kementerian Desa, berupa program beasiswa bagi pemuda desa. Nah ini kita sampaikan ini ada 45.000 program beasiswanya,” kata Herwan, Rabu (30/9/2026).
Ia mengungkap, para pemuda yang berminat nantinya dapat melakukan pendaftaran secara online dan mengikuti proses seleksi.
“Sehingga kita Provinsi Bengkulu akan mempersiapkan untuk pemuda-pemuda kita tamatan SMA/SMK nanti mengikuti, mendaftar secara online. Kemudian nanti akan ikut seleksi,” ungkapnya.
Peserta yang dinyatakan lolos akan menjalani pendidikan selama dua tahun. Selama masa pendidikan, mereka mendapatkan uang saku. Setelah menyelesaikan pendidikan jenjang D2, peserta juga akan memperoleh pekerjaan kontrak selama lima tahun di Jepang.
“Kalau dia lolos dia akan nanti kuliah selama dua tahun. Nah selama kuliah mereka mendapatkan uang saku, kemudian nanti setelah selesai pendidikan dua tahun (D2) akan mendapatkan pekerjaan kontrak lima tahun,” jelas Herwan.
Herwan menegaskan program tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Jepang.
“Ini program Pemerintah Indonesia dengan Jepang. Jadi program Pemuda Bangun Desa nanti kerja sama antara Kemendes dengan Jepang, jadi kerjanya di Jepang,” tegasnya.
*Syarat Usia 18-26 Tahun*
Herwan menjelaskan terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta. Salah satunya merupakan lulusan SMA/SMK dan berusia maksimal 26 tahun.
“Kriterianya ya, dia tamat SMA/SMK, umurnya 18 sampai 26 tahun, kemudian asli dari desa setempat,” ujarnya.
Selain itu, calon peserta juga harus memperoleh persetujuan dari orang tua serta memiliki surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian.
“Harus mendapatkan persetujuan restu dari orang tuanya, kemudian memiliki surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian,” lanjut Herwan.
Pendaftaran program tersebut direncanakan dibuka hingga November. Pemprov Bengkulu akan melibatkan pemerintah desa dan berbagai organisasi desa untuk menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
“Tahap ini akan dibuka sampai dengan bulan November,” tambah Herwan.
Herwan menyebut, Dinas PMD Provinsi Bengkulu telah mengundang sejumlah organisasi pemerintahan desa, termasuk APDESI, ABPEDNAS, dan pendamping desa.
“Nanti kita akan bersama-sama mensosialisasikan kepada pemerintah desa, masyarakat desa melalui Pak Kades dan semua tentang program ini,” ujarnya.
Disamping itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, Ersan Syahfiri, mengatakan pihaknya mengajak organisasi pemerintahan desa dan pendamping desa agar informasi program tersebut dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Jadi, sengaja hari ini kita ajak seluruh organisasi pemerintah desa, kemudian pendamping desa untuk apa, paling tidak bersama-sama menggerakkan, ya, informasi ini sampai ke desa,” Ersan.
Menurut Ersan, setelah sosialisasi dilakukan, masyarakat dapat mendaftar melalui tautan yang telah disediakan.
“Nanti setelah ini baru kita lakukan teknisnya. Pertama nanti adalah membuka link itu dan sampaikan ke desa, sehingga warga desa itu bisa mendaftar sesuai dengan link yang telah dibuka,” ujarnya.
Setelah mendaftar, peserta akan mengikuti beberapa tahapan seleksi, di antaranya pemeriksaan kesehatan dan psikotes.
“Lalu tahapannya nanti, setelah mereka mendaftar, mereka akan melakukan pentahapan untuk mengikuti seleksinya. Ya, entah itu seleksi kesehatan, entah itu seleksi psikotes,” jelas Ersan.
Peserta yang lolos kedua tahapan tersebut, sambung Ersan, selanjutnya akan mengikuti kursus bahasa Jepang sebagai persiapan sebelum berangkat ke Jepang.
“Nah, dua tahapan ini yang barangkali mungkin perlu dilakukan bersama-sama dengan Kemendes agar masyarakat Bengkulu atau warga Bengkulu yang daftar ini bisa lolos,” sambungnya.
Ersan juga mengungkap, pelaksanaan kursus bahasa Jepang masih menjadi bahan pembahasan bersama Kementerian Desa. Pemerintah pusat, kata dia, menginginkan kursus dilakukan di Bengkulu.
“Kalau kursus bahasa Jepang ini yang masih bahan diskusi kita dengan teman-teman Kemendes. Pak Menteri mintanya tetap di Bengkulu kursusnya,” ujarnya.
Rencananya, lokasi kursus akan dibagi menjadi beberapa wilayah untuk memudahkan peserta dari berbagai daerah.
“Artinya kita akan bagi tiga tempat, empat tempat. Nanti wilayah Rejang Lebong satu tempat, wilayah Bengkulu Utara Mukomuko satu tempat, Kota satu tempat, kemudian Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma satu tempat,” jelas Ersan.
Untuk durasinya, kursus bahasa Jepang diperkirakan berlangsung lebih dari tiga bulan. Kursus tersebut dilakukan setelah peserta dinyatakan lolos seleksi kesehatan dan psikotes.
“Ya kalau kursusnya kita, kalau lihat rentang waktunya ini mungkin paling tidak tiga bulanan lebih itu,” ungkapnya.
Pemprov Bengkulu tidak membatasi jumlah pemuda yang dapat mendaftar. Pemerintah daerah justru mendorong agar semakin banyak pemuda desa mengikuti program tersebut.
“Kita tidak dibatasi, ya sebanyak-banyaknya,” tutur Ersan.
Ersan mengaku, Pemprov Bengkulu sebelumnya memperkirakan dapat mengirim sedikitnya dua orang dari setiap desa. Dengan jumlah tersebut, target awal peserta dari Bengkulu diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.
“Kalau kita hitung kemarin, kita mintanya kalau satu desa itu dua orang, minimal 3.000 kita. Iya, tapi mudah-mudahan lebih dari 3.000,” tambahnya.
Kesempatan tersebut juga masih terbuka bagi lulusan perguruan tinggi yang memenuhi batas usia. Namun, persyaratan pendidikan yang digunakan tetap ijazah SMA/SMK.
“Selagi umurnya belum lewat dari 26, silakan mendaftar. Tapi tetap menggunakan ijazah SMA dia, karena memang butuhnya SMA,” tutup Ersan.










