Lalu Lintas Sapi Antarprovinsi Sulit Diawasi, Pemprov Bengkulu Akui Pos Masih Dibutuhkan

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 18:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Pengawasan lalu lintas ternak antarprovinsi di Bengkulu masih menghadapi celah. Pemerintah daerah mengandalkan sistem pelaporan melalui aplikasi, namun pada saat yang sama mengakui keberadaan pos pemeriksaan tetap dibutuhkan untuk mengawasi pergerakan ternak secara langsung.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi, mengatakan ketiadaan pos menjadi salah satu kendala dalam mengawasi ternak yang keluar dan masuk wilayah Bengkulu.

“Memang menjadi suatu kendala, karena kita tidak ada lagi pos,” kata Hadi, Senin (28/9/2026).

Baca Juga :  Pelindo Jaga Alur Pulau Baai, Kapal Pengangkut Ribuan Ton BBM Lancar Bersandar

Hadi mengungkapkan, pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan petugas di kabupaten, khususnya daerah yang menjadi jalur perlintasan seperti Mukomuko dan Kaur. Pergerakan ternak juga diwajibkan masuk dalam sistem pelaporan melalui aplikasi.

Namun, mekanisme tersebut tidak sepenuhnya menutup kebutuhan pengawasan langsung. Abdul Hadi menegaskan, pos pemeriksaan tetap diperlukan.

“Tetap butuh pos kita sebenarnya,” ungkapnya.

Persoalan lainnya, pengangkutan ternak disebut berlangsung pada malam hari. Kondisi ini membuat pengawasan menjadi semakin menantang ketika tidak tersedia petugas dan pos di titik-titik perlintasan.

Baca Juga :  Polisi Dalami Dugaan Jaringan Curanmor Bengkulu, Residivis BS Diduga Terlibat Banyak Aksi Kejahatan

Di tengah persoalan pengawasan tersebut, sapi dari luar provinsi masih masuk ke Bengkulu. Hadi menjelaskan, hal itu bukan karena populasi sapi di Bengkulu tidak mencukupi.

Menurutnya, pedagang mengambil sapi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pembelian masyarakat. Sementara peternak lokal masih cenderung menahan ternaknya.

“Sebenarnya tidak (kekurangan). Cuma para pedagang itu terkadang untuk memenuhi pembelian dari masyarakat, mereka mengambil dari luar,” pungkasnya.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Berita Terbaru

Bengkulu

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:14 WIB