Akademisi dan Pakar Teknologi Ingatkan Bahaya Pengaruh Negatif di Ruang Digital

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi dan pakar teknologi mengingatkan pentingnya literasi digital dan perlindungan psikologis untuk melindungi generasi muda dari ancaman negatif di ruang digital. (RABU-21-05-2026)-- FOTO: IST//MBG.

Akademisi dan pakar teknologi mengingatkan pentingnya literasi digital dan perlindungan psikologis untuk melindungi generasi muda dari ancaman negatif di ruang digital. (RABU-21-05-2026)-- FOTO: IST//MBG.

RAKYATMERAHPUTIH – Ancaman di era digital kini tidak lagi datang secara langsung, tetapi bisa masuk melalui media sosial, konten visual, permainan digital hingga interaksi daring yang mempengaruhi pola pikir generasi muda. Kondisi ini menjadi perhatian dalam bedah buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, akademisi, psikolog dan pakar teknologi untuk membahas pentingnya perlindungan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Eddy Hartono mengatakan penguatan ketahanan masyarakat harus dilakukan bersama-sama melalui pendidikan dan penguatan lingkungan sosial.

Menurutnya, perlindungan generasi muda harus dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan sekolah.

“Pencegahan yang efektif tumbuh dari lingkungan terdekat masyarakat,” ujar Eddy Hartono.

Baca Juga :  Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Bengkulu, Pemerintah dan Pelindo Ajak Pekerja Bangun Budaya Kerja Aman

Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo juga menilai anak-anak saat ini membutuhkan pendampingan yang lebih kuat di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia mengatakan, penguatan literasi digital menjadi langkah penting agar anak-anak tidak mudah terpengaruh berbagai konten negatif yang beredar di media sosial.

Dalam diskusi tersebut, Psikolog Forensik Zora Arfina Sukabdi menegaskan pentingnya perlindungan psikologis bagi anak-anak dan remaja.

Menurutnya, perubahan pola interaksi generasi muda membuat deteksi dini menjadi semakin penting agar berbagai pengaruh negatif dapat dicegah sejak awal.

Selain itu, akademisi hukum Harkristuti Harkrisnowo mengingatkan agar penguatan kebijakan tetap mengedepankan hak asasi manusia dan pendekatan berbasis bukti ilmiah.

Dra. Adityana Kasandra Putranto juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan dalam membangun ketahanan mental generasi muda.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Skandal Korupsi Tambang Batu Bara: Peran Beby Hussy Mulai Terbuka

Sementara pakar teknologi digital Ismail Fahmi menilai masyarakat perlu mendapatkan edukasi berbasis data agar lebih bijak memahami dinamika ruang digital.

Menurutnya, literasi digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami informasi secara kritis agar tidak mudah terprovokasi.

BNPT dan Densus 88 menilai ancaman digital saat ini harus dihadapi melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Pemerintah, akademisi, sekolah, keluarga dan masyarakat diminta bergerak bersama membangun ruang digital yang sehat.

Diskusi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda sangat dipengaruhi oleh lingkungan digital yang mereka hadapi setiap hari.

Karena itu, penguatan edukasi, literasi digital, perlindungan psikologis dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga anak-anak Indonesia dari pengaruh negatif dunia maya.

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru