RAKYATMERAHPUTIH – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai tancap gas menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak air permukaan yang selama ini dinilai belum tergarap maksimal.
Langkah ini ditegaskan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, saat memimpin rapat tertutup di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (14/4/2026). Upaya tersebut menjadi strategi menghadapi tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Mian mengatakan, kondisi keuangan daerah saat ini menuntut pemerintah lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru. Salah satu yang menjadi fokus adalah optimalisasi pajak air permukaan.
“Ini bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mengoptimalkan PAD. Tidak perlu dipertanyakan lagi, karena ini memang langkah yang harus dilakukan,” tegas Mian.
Menurutnya, dari hasil studi tiru dan studi banding yang telah dilakukan, masih banyak potensi PAD yang belum dikelola secara maksimal. Pajak air permukaan menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk ditingkatkan kontribusinya.
“Masih ada potensi yang belum intensif kita kelola, khususnya dari pajak air permukaan,” ujarnya.
Untuk mempercepat langkah tersebut, Mian meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis memperkuat koordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Ia menekankan pentingnya pemetaan potensi pajak yang lebih akurat dan menyeluruh.
Menurutnya, sinergi antar-OPD menjadi kunci agar upaya peningkatan PAD berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Harus disolidkan oleh OPD teknis dan dikoordinasikan oleh Bapenda, supaya pemetaan potensi benar-benar maksimal,” katanya.
Meski demikian, Mian mengingatkan bahwa kebijakan peningkatan PAD tidak boleh memberatkan atau menghambat pertumbuhan dunia usaha di Bengkulu. Pemerintah, kata dia, tetap harus menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan daerah dan iklim investasi.
“Kita tetap harus melindungi dunia usaha agar berkembang. Pemerintah berjalan, tapi kontribusi terhadap PAD juga harus meningkat,” tambahnya.
Ia optimistis, jika potensi PAD dapat digarap secara serius dan terarah, Bengkulu mampu mempercepat pembangunan, terutama di sektor konektivitas dan infrastruktur.
Menurut Mian, pemerintah daerah juga terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk melalui DPR RI dan kementerian, untuk memastikan dukungan terhadap pembangunan di Bengkulu tetap berjalan.
“Pak Gubernur terus berupaya agar Bengkulu tidak tertinggal, baik melalui komunikasi di DPR RI maupun kementerian,” tutupnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









