Cegah Kepanikan Saat Darurat, BPBD Bengkulu Tengah Bekali Warga Renah Lebar

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Pengetahuan mengenai mitigasi menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat akibat bencana nonalam. Tanpa pemahaman yang cukup, masyarakat berisiko mengalami kepanikan dan kesulitan menentukan langkah penyelamatan yang tepat.

Untuk meningkatkan pengetahuan tersebut, Pemerintah Desa Renah Lebar, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar sosialisasi kesiapsiagaan masyarakat dan mitigasi bencana nonalam pada Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang bersumber dari Tahun Anggaran 2026 itu menghadirkan BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah. Sebanyak 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat dilibatkan dalam sosialisasi tersebut.

Peserta terdiri atas anggota PKK, kader desa, lembaga kemasyarakatan, pemuda dan pemudi, pengurus BUMDes, kelompok tani, KPMD, serta KTD. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan mampu mempercepat penyebaran pengetahuan kepada masyarakat yang lebih luas.

Kabid Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah, Andri Edo Saputra, S.Sos., mengatakan masyarakat harus mengetahui tindakan yang perlu dilakukan dalam setiap tahap keadaan darurat.

Pemahaman itu meliputi langkah pencegahan sebelum kejadian, tindakan penyelamatan ketika kondisi darurat berlangsung, serta langkah yang perlu dilakukan setelah situasi dapat dikendalikan.

“Sosialisasi menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran bersama. Warga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah menghadapi kondisi darurat akibat bencana nonalam,” ujar Andri.

Baca Juga :  Disnakertrans Seluma Imbau Calon Pekerja Migran Gunakan Jalur Resmi

Menurut Andri, kesiapsiagaan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk mencegah kepanikan sekaligus mengurangi kemungkinan timbulnya korban dan kerugian yang lebih besar.

Sosialisasi juga diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa penanganan keadaan darurat harus dimulai dari lingkungan terdekat. Masyarakat menjadi bagian penting karena berada di lokasi dan mengetahui kondisi lingkungan masing-masing.

Camat Karang Tinggi, Ferry Aprianto, S.Sos., CHRM., menyampaikan bahwa masyarakat tidak hanya perlu mengenali ancaman bencana nonalam. Warga juga harus memahami cara melakukan pencegahan dan memberikan tindakan awal ketika menghadapi keadaan darurat.

“Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengenali potensi bencana nonalam, melakukan pencegahan, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat,” kata Ferry.

Ferry mengatakan upaya penanggulangan bencana tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah atau lembaga tertentu. Partisipasi masyarakat hingga tingkat desa menjadi salah satu kekuatan utama dalam mengurangi dampak suatu kejadian.

Baca Juga :  Gugatan 3 Warga Ditolak, Pengadilan Tegaskan Legalitas Lahan PT Sandabi Indah Lestari

Karena itu, pengetahuan yang diterima peserta diharapkan dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Informasi tersebut juga perlu disampaikan kembali kepada warga yang belum mengikuti kegiatan.

Kepala Desa Renah Lebar, Jum’ah, S.Pd., mengatakan pemerintah desa berkomitmen meningkatkan kesadaran warga mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan.

Menurutnya, para peserta dipilih dari berbagai unsur agar hasil sosialisasi dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

“Peserta yang hadir mewakili berbagai unsur masyarakat. Kami berharap mereka dapat menjadi penggerak sekaligus menyebarkan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi kepada warga lainnya,” ujar Jum’ah.

Ia berharap peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga menjadi penghubung informasi di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, pengetahuan mengenai kesiapsiagaan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Renah Lebar diharapkan semakin siap menghadapi kondisi darurat, tidak mudah panik, serta mampu mengambil tindakan awal secara tepat.

Kerja sama antara BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat. Kesiapsiagaan yang dibangun bersama menjadi langkah penting untuk menciptakan Desa Renah Lebar yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana nonalam.

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru