Gelontorkan Anggaran Rp2 Miliar, BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Kecelakaan Kerja hingga Santunan Kematian

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Nakertrans Bengkulu, Dr. E. H. Syarifudin

Kepala Dinas Nakertrans Bengkulu, Dr. E. H. Syarifudin

RAKYARMERAHPUTIH  — Perlindungan terhadap pekerja rentan kembali menjadi sorotan di Bengkulu setelah Pemerintah Provinsi mengumumkan bahwa lebih dari 71.900 pekerja kini masuk ke dalam skema perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya risiko kecelakaan kerja yang dialami kelompok pekerja informal.

Kadis Nakertrans Provinsi Bengkulu, Dr. E.H. Syarifudin, menegaskan bahwa banyak pekerja rentan yang bekerja tanpa standar keselamatan memadai. Mereka seringkali berhadapan langsung dengan potensi kecelakaan setiap hari.

“BPJS Ketenagakerjaan menjadi pegangan penting bagi mereka. Jika ada kecelakaan kerja atau risiko tidak terduga, mereka mendapat santunan yang bisa menyelamatkan kondisi ekonomi keluarga,” terangnya.

Baca Juga :  Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali Kapolda Bengkulu Turun Langsung ke Pasar

Program ini menargetkan pekerja rentan seperti linmas/hansip, buruh lepas, pengemudi ojek, hingga pekerja kasar di sektor informal. Pemprov Bengkulu telah mengalokasikan anggaran Rp2 miliar, digunakan untuk membayarkan iuran jaminan sosial pekerja rentan selama periode tertentu.

Syarif menjelaskan bahwa kolaborasi dengan BPJS dilakukan mulai dari pendataan di lapangan, verifikasi data, hingga penerbitan kartu jaminan.

Baca Juga :  Respons Cepat Gubernur Helmi Hasan Aktifkan BPJS Warga Betungan

Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin, menyebut bahwa pekerja rentan memiliki risiko lebih besar namun justru sering tidak memiliki akses terhadap jaminan sosial.

“Mereka bekerja setiap hari tanpa perlindungan. Dengan program Pemprov ini, risiko finansial akibat kecelakaan kerja bisa diminimalisir,” katanya.

Dengan semakin banyak pekerja informal yang terdaftar, pemerintah berharap kesadaran akan pentingnya perlidungan kerja terus meningkat di Bengkulu. Program ini juga menjadi tonggak untuk memperluas sektor informal ke dalam sistem perlindungan nasional.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Berita Terbaru

Bengkulu

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:14 WIB