RAKYATMERAHPUTIH – Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Alam Megathrust Kogabwilhan I Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan koordinasi lintas sektor di Bengkulu, wilayah yang dinilai sangat rentan terhadap ancaman tsunami.
Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan Pemerintah daerah Provinsi dan Kota Bengkulu menyambut positif pelaksanaan latihan gabungan ini, yang dinilai telah lama dinantikan sebagai langkah konkret menguji kesiapan di lapangan.
“Ini sudah lama kita menginginkan adanya latihan operasi seperti ini, terima kasih pada Pak Panglima. Kami pemerintah daerah Provinsi dan Kota Bengkulu, kita ketahui bahwa Kota Bengkulu adalah daerah yang sangat rawan untuk kejadian bencana, terutama untuk tsunami,” kata Herwan, Sabtu (18/04/2026).
Menurutnya, latihan ini menjadi sarana membangun kekuatan bersama yang solid, khususnya dalam klaster penanganan bencana yang melibatkan berbagai pihak.
“Dengan dilaksanakan latihan gabungan inilah bagaimana kita membangun yang solid, terutama kluster penangan bencana,” ungkapnya.
Selama ini, kata Herwan, secara regulasi daerah telah memiliki landasan kuat dalam penanggulangan bencana, baik melalui peraturan daerah (Perda) maupun peraturan gubernur (Pergub). Namun, implementasi di lapangan dinilai perlu terus diasah melalui latihan nyata.
“Selama ini secara dokumen konsepnya sudah kita ada Perdanya kemudian ada Pergubnya, tinggal kita operasikan lagi. Inilah bentuk latihan lapangan,” tuturnya.
Dalam skenario latihan, seluruh tahapan penanganan diuji mulai dari awal kejadian hingga langkah-langkah yang harus dilakukan pascabencana. Hal ini penting untuk menghindari potensi kendala seperti miskomunikasi dan keterlambatan respons.
“Operasi lapangannya yang tadi sudah kita mulai dari kejadian sampai dengan apa yang akan terjadi, sampai dengan kita harus siap. Kalau tidak dilakukan latihan seperti ini biasanya kita terjadi miskomunikasi, misalnya terlambat dan sebagainya,” jelasnya.
Herwan menegaskan bahwa dalam situasi bencana, kecepatan respons menjadi faktor krusial, dengan prioritas utama pada penyelamatan jiwa.
“Nah ini karena bencana ini perlu respons cepat, tindakan utama adalah penyelamatan nyawa,” tegasnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









