RAKYATMERAHPUTIH – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 172 kasus suspek campak tersebar di sejumlah daerah. Meski mengalami peningkatan, kondisi ini dipastikan belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Bengkulu, drg Edriwan Mansyur, mengatakan tren kenaikan kasus campak juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
“Campak ini disebabkan oleh virus. Peningkatan kasus dipengaruhi daya tahan tubuh yang menurun dan perubahan cuaca yang tidak menentu,” ujar Edriwan, Rabu 15 April 2026.
Edriwan menjelaskan, berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kenaikan kasus di Bengkulu masih dalam batas kewaspadaan dan belum menunjukkan kondisi darurat.
“Secara nasional, Bengkulu belum masuk kategori alarm atau KLB. Tapi kami tetap siaga agar tidak terjadi lonjakan lebih besar,” jelasnya.
Ia menegaskan, angka 172 kasus tersebut masih berstatus suspek, artinya belum semuanya dipastikan sebagai campak karena harus melalui pemeriksaan laboratorium.
Hasil Sementara: Kota Bengkulu dan Rejang Lebong
Dari data yang ada, baru dua daerah yang telah mengirimkan sampel untuk diperiksa, yakni Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.
Hasilnya, dari 20 sampel di Kota Bengkulu, sebanyak 14 kasus dinyatakan positif dan 6 lainnya negatif. Sementara di Rejang Lebong, dari 11 sampel, terdapat 5 kasus positif.
“Daerah lain masih dalam proses pengiriman sampel. Memang ada kendala, seperti biaya dan teknis pengiriman,” kata Edriwan.
Dinkes Minta Daerah Percepat Pengiriman Sampel
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus mendorong seluruh kabupaten/kota agar mempercepat pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan.
Selain itu, langkah pelacakan (tracing) juga diminta untuk ditingkatkan guna menekan potensi penyebaran.
Masyarakat Diminta Jaga Imunitas
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai langkah utama pencegahan.
Edriwan menekankan pentingnya pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebugaran, serta mengatur aktivitas harian.
“Seperti saat Covid-19, penyakit virus sangat bergantung pada imunitas tubuh. Jadi penting menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu, serta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
“Kalau tidak ada kepentingan penting, sebaiknya kurangi aktivitas di luar. Ini langkah pencegahan agar tidak mudah tertular,” tutupnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









