RAKAYTNERAHPUTIH – Kabupaten Mukomuko mendapat alokasi terbanyak program Listrik Desa (Lisdes) di Provinsi Bengkulu tahun 2026. Sebanyak 15 titik di daerah tersebut masuk dalam program pemerintah pusat dan dinyatakan siap untuk dibangun.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan tujuh kabupaten lainnya yang menerima alokasi Lisdes tahun ini.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan secara keseluruhan Bengkulu mendapat alokasi 36 titik Lisdes pada 2026. Dari jumlah tersebut, enam titik di antaranya telah selesai dibangun.
“Alhamdulillah, se-Provinsi Bengkulu mendapatkan 36 titik Lisdes. Ini sudah clean and clear, sehingga siap dibangun tahun 2026,” kata Rico, Senin (21/9/2026).
Setelah Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara mendapat alokasi 11 titik. Kemudian Rejang Lebong empat titik, Lebong dua titik, serta Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Tengah dan Seluma masing-masing satu titik.
Menurut Rico, program Lisdes diarahkan untuk memperluas jaringan listrik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal, terutama dusun dan permukiman yang berada di daerah terpencil.
Meski tingkat elektrifikasi Bengkulu telah mencapai sekitar 99 persen dan seluruh desa telah terjangkau listrik, masih terdapat sejumlah dusun yang belum mendapatkan jaringan.
“Elektrifikasi Bengkulu sudah sekitar 99 persen, dan desa yang terjangkau listrik sudah 100 persen. Tinggal dusun-dusun yang belum teraliri, termasuk yang dulunya talang kemudian berkembang menjadi dusun,” kata Rico.
Dalam program Lisdes, pemerintah pusat akan membangun infrastruktur berupa tiang, gardu, dan jaringan listrik menuju lokasi sasaran.
Setelah jaringan tersedia, masyarakat di lokasi tersebut dapat diusulkan memperoleh sambungan listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
“Lisdes ini bantuan tiang, gardu dan jaringan. Lokasinya juga kami data untuk diusulkan ke BPBL, karena bantuan BPBL bisa diberikan kalau jaringannya sudah tersedia,” jelasnya.
Rico menambahkan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan berjalan lancar. Persiapan lahan, penyelesaian perizinan, hingga akses menuju lokasi menjadi bagian yang perlu diselesaikan sebelum pembangunan.
Ia berharap seluruh persiapan dapat segera dituntaskan sehingga 15 titik Lisdes di Mukomuko dan titik lainnya di kabupaten penerima dapat direalisasikan sesuai target.
“Untuk 36 titik ini, targetnya bisa selesai dan dilaksanakan tahun ini,” pungkas Rico.









