RAKYATMERAHPUTIH — Bagi sebagian orang, angka triliunan rupiah mungkin terdengar sekadar statistik. Namun bagi masyarakat Bengkulu, uang negara yang dikorupsi adalah hilangnya jalan yang seharusnya dibangun, jembatan yang seharusnya diperbaiki, hingga fasilitas layanan publik yang semestinya dapat dinikmati. Itulah pesan kuat yang disampaikan Kejati Bengkulu dalam peringatan HAKORDIA 2025.
Dalam konferensi pers di Aula Sasana Bina Karya, Kejati mengungkap bahwa sepanjang 2025 total kerugian negara mencapai Rp 3,39 triliun. Angka ini bukan hanya mencerminkan besarnya kasus, tetapi juga skala dampak yang dirasakan masyarakat.
Sektor pertambangan batubara dan perkebunan sawit yang menjadi tumpuan ekonomi daerah justru menjadi sumber besar kerugian negara akibat penyelewengan. Korupsi terjadi mulai dari tahapan perizinan, retribusi, hingga pengelolaan investasi.
Proyek jalan tol dan tata kelola investasi pemerintah daerah juga turut menjadi perhatian Kejati. Semestinya proyek-proyek tersebut membawa manfaat besar bagi masyarakat, namun praktik curang sejumlah oknum membuat manfaat itu tidak maksimal.
Di tengah gelombang kasus korupsi, kabar baik datang dari pemulihan keuangan negara. Kejati Bengkulu berhasil mengembalikan Rp 1,447 triliun kembali ke negara. Aset yang dipulihkan meliputi. kendaraan dan mesin, tanah dan bangunan, uang tunai, aset perusahaan.
Dalam pameran HAKORDIA, uang tunai Rp 44,09 miliar dipajang sebagai bukti bahwa negara tidak tinggal diam.
Wakil Kepala Kejati Bengkulu, Dr. Muslikhuddin, didampinggi Asintel Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah upaya menyelamatkan masa depan daerah. Setiap aset yang diselamatkan adalah napas bagi masyarakat.
“Setiap rupiah yang kembali adalah hak rakyat. Korupsi bukan hanya melanggar hukum, tapi merampas hak masyarakat,” ujarnya.
Dengan visi Bengkulu Bersih dan Bebas Korupsi, Kejati berkomitmen mengawal tata kelola pemerintahan yang transparan dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









