Air Tiba-Tiba Naik dan Warga Panik: Delapan Kelurahan di Rejang Lebong Diterjang Banjir Mendadak

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Hujan deras pada Minggu (22/12/2025) tidak hanya menumbangkan sejumlah pohon dan membuat jalanan licin, tetapi juga meninggalkan kepanikan besar bagi warga di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Tanpa banyak tanda, air sungai yang berada di sekitar pemukiman tiba-tiba meluap, menembus halaman rumah dan merendam ruang tamu dalam hitungan menit. Delapan kelurahan terdampak, dan bagi sebagian warga, momen itu menjadi salah satu pengalaman paling menegangkan dalam hidup mereka.

Kelurahan Jalan Baru menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak. Air yang datang tiba-tiba membuat para orang tua sibuk menggendong balita, sementara barang elektronik seperti televisi dan kulkas terpaksa diangkat ke tempat tinggi. Di sana, sekitar 90 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah sejenak ketika air mulai mencapai lutut.

“Kami tidak menduga air bisa sampai sebesar itu. Tiba-tiba naik,” ujar Fajar, seorang warga Jalan Baru yang rumahnya terendam lumpur hingga selutut.

Kelurahan Pasar Tengah dan Pasar Baru juga merasakan dampak signifikan. Warga saling membantu mengangkut perabotan dan mengikat motor agar tidak terseret arus. Lampu padam sempat terjadi selama beberapa jam, membuat evakuasi warga dilakukan hanya dengan bantuan cahaya ponsel dan senter. Anak-anak menangis ketakutan sementara orang tua berusaha tetap tenang.

Baca Juga :  BULOG Imbau Warga Belanja Bijak, Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman

Di Kampung Jawa, Sidorejo, Kepala Siring, Talang Rimbo Baru, hingga Air Bang, suasana hampir tidak berbeda. Di Air Bang, bencana bahkan bertambah dengan terjadinya longsor yang menutup akses jalan. Tak sedikit warga yang terisolasi dan harus menunggu tim BPBD datang membuka jalur dan memastikan distribusi logistik.

Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermasnyah, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama banjir.

“Dari laporan ada delapan kelurahan yang terdampak banjir akibat hujan Minggu kemarin yang membuat sungai meluap,” ungkapnya. Ia menyebutkan bahwa banjir ini bukan hanya karena hujan deras, tetapi juga karena kondisi geografis Rejang Lebong yang berada pada wilayah rawan ketika sungai meluap.

Meski banjir telah surut, warga kini dihadapkan pada pekerjaan berat: membersihkan lumpur, menjemur kasur, memperbaiki perabotan, serta menilai kerusakan. Di banyak tempat, aroma lumpur bercampur sampah menyengat. Posko bantuan sementara mulai berdiri. Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa bergerak membagikan makanan, air mineral, serta peralatan kebersihan.

Baca Juga :  Tak Hanya Uang, Kejari Tanjabbar Sita Ribuan Hektare Lahan Sawit Hasil Korupsi

Di balik musibah, tampak pula solidaritas. Pemuda setempat turun membantu relawan. Beberapa warga membuka rumah sebagai tempat pengungsian sementara. Ini menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat bisa bangkit dari bencana dengan kebersamaan.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Khristian menegaskan bahwa keluarga dengan balita dan lansia perlu mengutamakan pengungsian dini. Ia mengingatkan bahwa musim hujan baru saja mulai dan cuaca ekstrem masih berpotensi muncul dalam beberapa minggu ke depan.

Pemerintah kabupaten menjanjikan evaluasi sistem drainase dan normalisasi sungai. Warga berharap banjir bukan lagi peristiwa tahunan yang harus mereka terima begitu saja. Mereka ingin perlindungan, bukan sekadar imbauan.

Peristiwa banjir ini menjadi pelajaran bahwa bukan hanya infrastruktur yang diuji, tetapi juga ketangguhan warga dalam menghadapi situasi darurat. Bagi masyarakat Rejang Lebong, banjir kali ini bukan sekadar genangan air—melainkan kenangan pahit tentang kepanikan, tetapi juga harapan untuk perubahan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Stok Beras Nasional Lampaui 5 Juta Ton, Indonesia Makin Siap Hadapi Gejolak Pangan
Gerindra Seluma: Keputusan Presiden Ganti Kepala BGN Demi Sukseskan Program MBG
Kapolda: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan, 324 Kasus 3C Diungkap 
KUHAP Baru Polres Mukomuko Sosialisasikan Perubahan Besar Sistem Peradilan
Final Sesama Atlet Polri, Bukti Kekuatan Indonesia di SEA Police Badminton Championship 2026
Pemprov Bengkulu Ancam Laporkan PKS yang Abaikan Harga Sawit Resmi
PSI Bengkulu Kejar Pembentukan Pengurus Hingga Kecamatan, Target Tuntas Sebelum Pelantikan
Petani Sawit Bisa Bernapas Lega, Perusahaan Sepakat Beli TBS Rp3.465 Per Kilogram
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:48 WIB

Stok Beras Nasional Lampaui 5 Juta Ton, Indonesia Makin Siap Hadapi Gejolak Pangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:29 WIB

Gerindra Seluma: Keputusan Presiden Ganti Kepala BGN Demi Sukseskan Program MBG

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:49 WIB

Kapolda: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan, 324 Kasus 3C Diungkap 

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:08 WIB

KUHAP Baru Polres Mukomuko Sosialisasikan Perubahan Besar Sistem Peradilan

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Final Sesama Atlet Polri, Bukti Kekuatan Indonesia di SEA Police Badminton Championship 2026

Berita Terbaru