Tak Hanya Uang, Kejari Tanjabbar Sita Ribuan Hektare Lahan Sawit Hasil Korupsi

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMEEAHPUTIH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan ketegasannya dalam memberantas korupsi. Tidak hanya mengamankan uang miliaran rupiah, Kejari juga menyita aset besar berupa ribuan hektare lahan sawit yang diduga hasil tindak pidana.

Dalam kasus korupsi pemanfaatan kawasan hutan tanpa izin, Kejari menyita lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Produk Sawitindo Jambi (PSJ) seluas 1.199,87 hektare. Selain itu, turut disita lahan Transmigrasi Swarkarsa Mandiri (TSM) seluas 75 hektare di Kecamatan Batang Asam.

Kepala Kejari Tanjabbar, Anton Rahmanto, memastikan bahwa penyitaan tersebut telah dilakukan secara resmi, bahkan disertai pemasangan papan pemberitahuan di lokasi.

Baca Juga :  Pengurus KONI Bengkulu Tak Digaji, Anggaran Dialihkan Penuh untuk Pembinaan Atlet

“Seluruh aset sudah kami sita, termasuk kebun sawitnya. Ini bagian dari upaya penegakan hukum dan pemulihan kerugian negara,” jelasnya.

Kasus ini melibatkan terpidana Sony Setiabudi Tjandrahusada, yang sebelumnya divonis 4 tahun penjara oleh pengadilan.

Tak hanya penyitaan aset, Kejari juga berhasil mengamankan uang sebesar Rp17,9 miliar dari terpidana. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari total kerugian negara yang mencapai Rp126 miliar.

Baca Juga :  SK Gubernur Jadi Kunci, BPKAD Kebut Administrasi UP OPD Tahun 2026

Karena itu, Kejari menegaskan akan terus melakukan upaya hukum lanjutan, termasuk kemungkinan penyitaan tambahan dan proses lelang aset, guna menutup sisa kerugian negara.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut pemanfaatan kawasan hutan secara ilegal untuk perkebunan sawit, yang tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga berdampak pada lingkungan.

Langkah tegas Kejari Tanjabbar ini menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap korupsi kini semakin menyasar pemulihan aset secara maksimal, bukan sekadar menghukum pelaku.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru