Dana Haji Aman dan Transparan, Imbal Hasil 6,86% dan WTP 7 Tahun Berturut-turut

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPKH sosialisasikan pengelolaan dana haji di Bengkulu. Imbal hasil capai 6,86 persen dan raih opini WTP selama 7 tahun berturut-turut.

BPKH sosialisasikan pengelolaan dana haji di Bengkulu. Imbal hasil capai 6,86 persen dan raih opini WTP selama 7 tahun berturut-turut.

BENGKULUBAROMETER – Pengelolaan dana haji kembali ditegaskan aman, transparan, dan profesional. Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tata kelola keuangan haji yang digelar di Bengkulu, Sabtu 18 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Omnea Bengkulu ini menghadirkan perwakilan DPR RI dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Tujuannya untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat tentang bagaimana dana haji dikelola dan diawasi secara ketat.

Anggota DPR RI, Derta Wahyulin Rohidin, menegaskan bahwa pengelolaan dana haji tidak dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, sistem pengawasan yang berlapis membuat potensi penyimpangan sangat kecil.

“Pengelolaan keuangan haji itu tidak mungkin disalahgunakan. Banyak pihak yang mengawasi, mulai dari DPR RI, Dewan Pengawas, hingga pengawas syariah. Jadi masyarakat tidak perlu curiga,” ujar Derta.

Ia juga memastikan DPR RI terus membuka informasi kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman. Transparansi, kata dia, menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dana haji.

“Kami di DPR RI terus memastikan informasi ini sampai ke masyarakat secara jelas dan tidak simpang siur,” tambahnya.

Baca Juga :  Simulasi Jadi Kunci, Bengkulu Percepat Kesiapan Hadapi Bencana Besar

Sementara itu, Anggota Komite Audit BPKH, Irham Yusnadi, memaparkan bahwa kondisi keuangan haji saat ini dalam keadaan sangat kuat. Bahkan, dana yang dikelola BPKH mencapai dua kali lipat dari kebutuhan biaya penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.

“Dana kelolaan kita sangat cukup, bahkan mencapai dua kali lipat dari kebutuhan biaya haji. Ini menjadi kekuatan untuk menjaga keberlanjutan,” jelas Irham.

Dari sisi investasi, BPKH juga mencatat kinerja yang positif. Imbal hasil yang diperoleh mencapai 6,86 persen, dengan tingkat solvabilitas di atas 100 persen. Artinya, seluruh kewajiban jangka panjang dapat terpenuhi dengan baik.

“Ini menunjukkan pengelolaan dana haji dilakukan secara sehat dan profesional,” ujarnya.

Tidak hanya itu, transparansi pengelolaan dana haji juga dibuktikan dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Capaian ini diraih selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2018.

Opini WTP menandakan bahwa laporan keuangan BPKH disusun sesuai standar dan bebas dari kesalahan material. Ini menjadi bukti kuat bahwa dana umat dikelola dengan akuntabilitas tinggi.

Baca Juga :  Gagasan Green Democracy Ketua DPD RI Jadi Sorotan Delegasi Negara Asing di COP30 Brazil

Meski kondisi keuangan kuat, tantangan lain masih dihadapi, yakni panjangnya antrean jemaah haji. Saat ini, daftar tunggu mencapai sekitar 5,3 juta orang di seluruh Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus melakukan upaya diplomasi guna menambah kuota haji. Dengan jumlah penduduk Muslim Indonesia yang besar, peluang penambahan kuota dinilai cukup terbuka.

“Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan kuota hingga 250 ribu jemaah. Ini sedang diperjuangkan melalui jalur diplomasi,” ungkap Irham.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan kuota dari negara lain yang tidak terserap agar bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.

Irham menegaskan, dana haji merupakan amanah besar dari umat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, terbuka, dan memberikan manfaat yang luas.

“Dana haji adalah amanah umat. Harus dikelola dengan baik dan hasilnya dikembalikan untuk kemaslahatan,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPKH dan DPR RI berharap masyarakat semakin memahami bahwa dana haji dikelola secara transparan, diawasi ketat, dan memberikan manfaat nyata bagi umat serta keberlanjutan ibadah haji di Indonesia.

Berita Terkait

Langkah Besar Bupati Azhari, Lebong Disiapkan Jadi Pusat Pengembangan Teknologi Pertanian Bengkulu
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Bengkulu Pulang Lengkap, Pemprov Sambut Penuh Haru
Ribuan Pelajar Kota Bengkulu Terima Beasiswa PIP, Bukti Komitmen PDIP Dukung Pendidikan
Dari Gubuk Menjadi Rumah Layak Huni, Cerita Haru Warga Bengkulu yang Tersentuh Program Mardiyono
PHRI Bengkulu Perkuat Konsolidasi, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Pelaku Usaha
Stok Beras Nasional Lampaui 5 Juta Ton, Indonesia Makin Siap Hadapi Gejolak Pangan
Aktivis: Sufmi Dasco Ahmad Perkuat Supremasi Sipil dan Jaga Aspirasi Rakyat di DPR
Gerindra Seluma: Keputusan Presiden Ganti Kepala BGN Demi Sukseskan Program MBG
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WIB

Langkah Besar Bupati Azhari, Lebong Disiapkan Jadi Pusat Pengembangan Teknologi Pertanian Bengkulu

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:43 WIB

Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Bengkulu Pulang Lengkap, Pemprov Sambut Penuh Haru

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ribuan Pelajar Kota Bengkulu Terima Beasiswa PIP, Bukti Komitmen PDIP Dukung Pendidikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:49 WIB

Dari Gubuk Menjadi Rumah Layak Huni, Cerita Haru Warga Bengkulu yang Tersentuh Program Mardiyono

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:58 WIB

PHRI Bengkulu Perkuat Konsolidasi, Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru