Polda Riau Perkuat Benteng Anti Narkoba, Ratusan Pengedar dan Bandar Berhasil Ditangkap

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Polda Riau tidak hanya fokus menangkap bandar dan pengedar narkoba dalam Operasi Antik Lancang Kuning (LK) 2026. Polisi juga mulai mengedepankan pendekatan humanis terhadap pengguna narkoba melalui program rehabilitasi.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi saat konferensi pers hasil Operasi Antik LK 2026 di Mapolda Riau, Selasa (12/5/2026).

Dalam operasi yang berlangsung sejak 16 April hingga 7 Mei 2026 itu, polisi berhasil mengungkap 435 kasus narkoba dan mengamankan 557 tersangka.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 487 orang ditahan karena diduga terlibat jaringan peredaran narkoba. Sementara 70 orang lainnya direhabilitasi berdasarkan hasil assesmen terpadu.

“Bagi pengguna yang memang layak direhabilitasi, kami lakukan pendekatan pemulihan agar mereka bisa kembali ke masyarakat,” ujar Brigjen Hengki.

Langkah rehabilitasi itu menjadi bagian dari strategi Polda Riau dalam memberantas narkoba secara menyeluruh.

Polisi menilai pengguna narkoba tidak semuanya harus dipenjara. Sebagian di antaranya merupakan korban penyalahgunaan yang membutuhkan pemulihan.

Namun demikian, aparat tetap bertindak tegas terhadap bandar dan jaringan pengedar narkoba.

Selama Operasi Antik LK 2026, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar, mulai dari sabu seberat 31,85 kilogram hingga ribuan butir ekstasi.

Baca Juga :  Modus Gaji Rp2 Juta Per Minggu, TPPO Anak di Bawah Umur Digagalkan Polda Lampung

Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai Rp159 juta yang diduga hasil transaksi narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol. Putu Yudha Prawira mengatakan perang melawan narkoba harus dilakukan dengan dua pendekatan sekaligus, yakni penindakan hukum dan pencegahan.

Karena itu, selama operasi berlangsung, polisi juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

Tercatat sebanyak 4.128 kegiatan preventif dilakukan selama operasi berjalan. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan, sosialisasi hingga edukasi di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Selain itu, polisi juga menggelar 1.431 patroli dan razia di berbagai lokasi rawan peredaran narkoba.

Menurut Putu Yudha, langkah tersebut penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata.

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda hingga keluarga memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda dari narkoba.

Karena itu, Polda Riau terus memperkuat program Kampung Tangguh Anti Narkoba di berbagai daerah.

Baca Juga :  Bank Raya Perkuat Transformasi Digital Lewat Fitur Uang Saku untuk Kendali Transaksi Anak

Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan masyarakat yang aktif menolak peredaran narkoba.

Selain itu, polisi juga membentuk Satgas Narkoba yang melibatkan masyarakat untuk membantu pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Kalau masyarakat bergerak bersama, maka ruang gerak bandar narkoba akan semakin sempit,” ujar Putu Yudha.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Hengki juga mengingatkan bahwa ancaman narkoba sangat berbahaya bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, pengungkapan ratusan kasus narkoba dalam operasi kali ini diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 162.754 jiwa dari ancaman narkotika.

Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan keluarga dan generasi muda.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melapor apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting dalam memberantas narkoba,” tegasnya.

Polda Riau memastikan operasi pemberantasan narkoba akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan demi menjaga keamanan masyarakat.

“Perang melawan narkoba harus dilakukan bersama-sama demi menyelamatkan generasi bangsa,” tutup Brigjen Hengki.

Berita Terkait

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK
Usulan Hibah Tanah Eks Gubernur Masih Berproses
Gubernur Helmi Kunjungi Korban Kebakaran Pengantungan. Korban: Kami Merasa Tidak Sendirian
Kaesang Datang ke Bengkulu, PSI Perkuat Fondasi Politik Jelang Pemilu 2029
Bengkulu Incar Investasi Triliunan, Sektor Wisata hingga Udang Vaname Dilirik Investor Asing
Dari 15 Kandidat, Pansel Siapkan 10 Nama Calon Pimpinan Baznas Bengkulu untuk Dikirim ke Pusat
Prestasi Dinsos Bengkulu Utara Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat
Pasokan BBM Dipastikan Aman, Pertamina Minta Masyarakat Tidak Panik Meski Harga Pertamax Naik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:57 WIB

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Selasa, 1 September 2026 - 18:48 WIB

Usulan Hibah Tanah Eks Gubernur Masih Berproses

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Gubernur Helmi Kunjungi Korban Kebakaran Pengantungan. Korban: Kami Merasa Tidak Sendirian

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:17 WIB

Kaesang Datang ke Bengkulu, PSI Perkuat Fondasi Politik Jelang Pemilu 2029

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25 WIB

Bengkulu Incar Investasi Triliunan, Sektor Wisata hingga Udang Vaname Dilirik Investor Asing

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB