Tuban Jadi Andalan Swasembada Jagung Nasional, Presiden Dijadwalkan Saksikan Panen Raya

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah strategis penopang ketahanan pangan nasional. Daerah ini menjadi lokasi Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang rencananya akan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026).

Panen raya yang dipusatkan di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, menjadi momentum penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang masuk dalam Asta Cita Presiden.

Kabupaten Tuban dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Jawa Timur. Tahun ini, sekitar 629 hektare lahan jagung memasuki masa panen. Potensi tersebut menjadikan Tuban sebagai daerah strategis dalam mendukung target produksi jagung nasional.

Antusiasme masyarakat menyambut panen raya terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan petani dan kelompok tani di lokasi kegiatan. Kehadiran Presiden RI dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat petani di daerah tersebut.

Asisten Kapolri Bidang SDM sekaligus Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Pol. Anwar, mengatakan panen raya ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga simbol penguatan kolaborasi nasional dalam bidang pangan.

Baca Juga :  Tim Legal CV Mandiri Sejahtera Bongkar Dugaan Aliran Dana Rp3,7 Miliar, Bantahan Terdakwa Dinilai Tak Sejalan dengan Fakta Audit

“Kehadiran Presiden di tengah petani menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan Indonesia menjaga ketahanan pangan tidak lepas dari peran petani di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tuban.

Menurutnya, Polri akan terus mendukung sektor pertanian melalui pendampingan kelompok tani, distribusi bibit unggul, pupuk, hingga bantuan alat pertanian.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung nasional tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton dengan surplus sekitar 470 ribu ton. Pemerintah kini menargetkan produksi jagung nasional mencapai 18 juta ton pada tahun 2026.

Target tersebut diyakini dapat tercapai apabila seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi dan mendukung produktivitas petani.

Selain panen raya, Presiden RI juga dijadwalkan meninjau berbagai inovasi ketahanan pangan Polri. Sejumlah stand yang akan dipamerkan di antaranya benih jagung Bhayangkara, pupuk presisi berbasis batu bara, hingga produk olahan bonggol jagung.

Baca Juga :  Berlian Utama Harta Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga

Kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan membantu petani meningkatkan hasil produksi mereka.

Tidak hanya itu, Presiden juga dijadwalkan menyaksikan groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri.

Program tersebut menjadi langkah konkret memperkuat sistem distribusi pangan sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Polri juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah dan bakti kesehatan bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga sekitar.

Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting ketahanan nasional. Menurutnya, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat untuk memastikan ketahanan pangan menjadi fondasi ketahanan nasional,” katanya.

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban diharapkan menjadi simbol optimisme baru menuju Indonesia yang semakin mandiri dalam bidang pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh daerah.

Berita Terkait

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran
SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD
Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK
Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi
Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS
Syukuran Sederhana Warnai 81 Tahun Pengabdian Kejaksaan di Bengkulu
Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian
Usulan Hibah Tanah Eks Gubernur Masih Berproses
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 17:51 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD

Senin, 7 September 2026 - 15:57 WIB

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Kamis, 3 September 2026 - 17:28 WIB

Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIB

Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB