RAKYATMERAHPUTIH – Jembatan di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, yang amblas akibat banjir, kini menjadi perhatian serius pemerintah. Kondisi tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, turun langsung ke lokasi pada Kamis (2/4) siang untuk melihat kondisi jembatan yang rusak tersebut.
Jembatan yang terletak di dekat musala desa itu merupakan akses penting bagi warga. Banyak masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.
Akibat amblasnya jembatan, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan tidak selalu aman. Kondisi ini tentu menyulitkan, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga lanjut usia.
Dalam kunjungannya, Mian mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar jembatan bisa diperbaiki secepat mungkin.
Melihat kondisi tersebut, Mian langsung mengambil inisiatif dengan menghubungi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, untuk melaporkan situasi di lapangan.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan perhatian cepat dari pemerintah, meskipun secara kewenangan, penanganan jembatan tersebut berada di tingkat kabupaten.
“Izin, Pak Gubernur, masyarakat meminta arahan dari provinsi terkait jembatan amblas ini,” ujar Mian.
Respon cepat juga datang dari Gubernur Helmi Hasan. Ia meminta agar segera dilakukan koordinasi dengan instansi teknis, khususnya Dinas PUPR, agar langkah penanganan bisa segera dirumuskan.
Kerusakan jembatan seperti ini memang menjadi persoalan serius, terutama di wilayah yang masih bergantung pada satu akses utama. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas, mulai dari terganggunya distribusi barang hingga menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, kondisi ini juga berpotensi membahayakan keselamatan warga. Jembatan yang rusak dapat memicu kecelakaan jika tetap dipaksakan untuk dilalui.
Karena itu, kehadiran pemerintah di lokasi menjadi sangat penting. Tidak hanya untuk melihat kondisi fisik, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Helmi Hasan dan Mian menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi persoalan yang mendesak.
Langkah cepat yang dilakukan ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
Warga pun berharap agar perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan. Mereka ingin akses yang aman dan nyaman kembali tersedia, sehingga kehidupan sehari-hari tidak lagi terganggu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









