RAKYATMERAHPUTIH – Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu mitra strategis yang terlibat aktif adalah Korem 041/Gamas.
Hal ini terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (26/1/2026). Rapat tersebut dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dan dihadiri Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto serta jajaran pemerintah daerah.
Mian menegaskan bahwa pembangunan koperasi desa membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan unsur TNI, aparat desa, dan masyarakat.
“Kita ingin koperasi desa ini berjalan cepat dan tepat sasaran. Karena itu, sinergi lintas sektor sangat penting,” ujar Mian.
Ia menjelaskan bahwa koperasi desa merupakan program strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah. Melalui koperasi, masyarakat desa dapat mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menyatakan bahwa TNI siap mendukung penuh program pemerintah daerah tersebut.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemprov dan pemerintah kabupaten agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih benar-benar dapat tercapai sesuai target,” katanya.
Mian menekankan bahwa koperasi desa harus menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan profesional. Tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha yang menguntungkan masyarakat.
“Koperasi desa bukan sekadar bangunan, tapi pusat kegiatan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Menurut Jatmiko, peran TNI dalam program ini lebih pada pendampingan dan memastikan stabilitas pelaksanaan program di lapangan. Ia berharap koperasi desa dapat menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial.
Rapat koordinasi ini juga menjadi ruang evaluasi atas capaian yang telah diraih. Hingga kini, Bengkulu tercatat sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan koperasi desa terbaik secara nasional.
Namun, pemerintah menyadari bahwa tantangan masih ada, terutama terkait lahan pembangunan dan persoalan administrasi beberapa koperasi desa.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









