18 Rumah Pakai Kabel Estafet, Warga Sidodadi Pertanyakan Keseriusan PLN soal Keselamatan

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sidodadi Kepahiang mempertanyakan keseriusan PLN setelah 18 rumah masih menggunakan kabel estafet berbahaya selama bertahun-tahun.

Warga Sidodadi Kepahiang mempertanyakan keseriusan PLN setelah 18 rumah masih menggunakan kabel estafet berbahaya selama bertahun-tahun.

RAKYATMERAHPUTIH – Sebanyak 18 rumah di RT 11 RW 04 Sidodadi, Kelurahan Pasar Ujung, Kabupaten Kepahiang, hingga kini masih menggunakan kabel listrik estafet yang dinilai tidak layak dan membahayakan.

Kondisi itu memicu kemarahan warga yang merasa persoalan keselamatan mereka selama ini diabaikan pihak PLN.

Tak ingin terus menunggu tanpa kepastian, warga akhirnya melayangkan laporan resmi hingga ke UP3 PLN Bengkulu setelah sebelumnya mengadu ke ULP PLN Kepahiang.

Warga mempertanyakan keseriusan PLN dalam menjamin keamanan instalasi listrik di lingkungan masyarakat. Sebab, meski tiang listrik sudah berdiri sejak lama, jaringan yang digunakan warga disebut masih jauh dari standar yang seharusnya.

“Sudah sekitar 15 tahun kondisi seperti ini. Tapi belum ada perubahan berarti,” kata Sandes.

Menurutnya, kabel estafet yang digunakan warga sudah berkali-kali menimbulkan gangguan. Bahkan pernah mengeluarkan percikan api hingga membuat aliran listrik di sejumlah rumah mati mendadak.

Baca Juga :  Polda Bengkulu Geledah BKAD dan RSKJ Soeprapto, Dugaan Kasus Tipidkor Menguat

Kondisi itu membuat warga merasa waswas setiap hari. Mereka takut korsleting listrik memicu kebakaran di kawasan permukiman yang kini semakin padat.

“Kalau sampai ada rumah terbakar akibat korsleting, siapa yang bertanggung jawab?” ujar Sandes.

Kritik tajam pun bermunculan dari warga yang menilai pelayanan PLN tidak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung masyarakat.

Mereka menilai PLN terlalu lambat merespons persoalan yang jelas-jelas menyangkut keselamatan warga.

Padahal menurut masyarakat, keberadaan jaringan listrik yang aman merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi.

Dalam laporan ke UP3 PLN Bengkulu, warga menyampaikan lima tuntutan utama. Mulai dari peningkatan keamanan instalasi listrik, mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting, menata jaringan agar lebih rapi dan sesuai standar, memberikan kenyamanan bagi masyarakat, hingga mendesak percepatan tindak lanjut dari PLN.

Baca Juga :  Kejati Bengkulu–KPU Perkuat Kerja Sama, Persoalan Hukum Jadi Fokus Utama

Warga berharap pihak PLN tidak hanya datang melakukan pengecekan semata, tetapi benar-benar melakukan perbaikan menyeluruh terhadap jaringan listrik yang ada.

“Jangan hanya dicatat lalu hilang begitu saja. Kami butuh tindakan nyata,” kata warga lainnya.

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah ikut turun tangan mendorong penyelesaian persoalan tersebut. Sebab jika terus dibiarkan, dampaknya bisa membahayakan banyak keluarga.

Warga menilai persoalan ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi musibah besar.

Karena itu, mereka berharap laporan yang telah disampaikan hingga ke Bengkulu bisa menjadi alarm keras bagi PLN agar segera bergerak cepat.

“Kami mendesak PLN segera memperbaiki jaringan listrik di lingkungan kami sebelum terjadi hal yang lebih buruk,” tutup Sandes.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Berita Terbaru

Bengkulu

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:14 WIB