RAKYATMERAHPUTIH – Kisah asmara yang berakhir pahit berubah menjadi tragedi kekerasan di Kota Bengkulu. Seorang pria bernama Ahmad Nugroho (29), yang berprofesi sebagai instruktur gym, menjadi korban pembakaran yang diduga dilakukan oleh mantan kekasihnya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di sebuah rumah kos di Jalan Hibrida 15, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka.
Pelaku berinisial SG (23), warga Lampung Selatan, diduga nekat melakukan aksi tersebut karena tidak terima hubungan asmara mereka berakhir. Rasa sakit hati yang dipendam disebut menjadi pemicu tindakan ekstrem tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, pelaku sempat mengirim pesan kepada korban melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, pelaku diduga mengancam akan membalas perlakuan korban.
Situasi memanas ketika pelaku mendatangi kos korban dengan dalih mengambil barang miliknya. Awalnya pelaku meminta telepon genggam, namun korban mengatakan bahwa barang tersebut berada di tempat kerja.
Pelaku kemudian mengubah alasan dan meminta jaket yang berada di kamar korban. Tanpa menaruh curiga, korban masuk ke kamar untuk mengambilkan barang tersebut.
Namun di saat itulah situasi berubah drastis. Pelaku diduga langsung menyiramkan BBM jenis pertalite ke tubuh korban, lalu menyalakan api.
Api dengan cepat menyambar tubuh korban dan menimbulkan kebakaran di dalam kamar kos.
Korban yang panik berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke kamar mandi. Ia kemudian berendam di dalam bak air untuk memadamkan api.
Langkah cepat tersebut berhasil menyelamatkan nyawanya, meski ia mengalami luka bakar serius.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana konflik pribadi, khususnya dalam hubungan asmara, bisa berubah menjadi tindakan kekerasan yang membahayakan nyawa.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api. Mereka juga membantu memberikan pertolongan awal kepada korban sebelum dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka bakar sekitar 36 persen di tubuhnya.
Sementara itu, pelaku melarikan diri setelah kejadian, namun tidak lama kemudian berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Polresta Bengkulu membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan.
PS Kanit Pidum Polresta Bengkulu, Iptu Revi Hari Sona, mengatakan bahwa penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.
“Masih dalam pemeriksaan,” ujarnya singkat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik dalam hubungan pribadi perlu diselesaikan secara bijak tanpa melibatkan kekerasan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









