MERAHPUTIH – Suara merdu ratusan burung menggema di Kota Bengkulu saat lomba Burung Berkicau Wali Kota Cup digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-307 Kota Bengkulu, Minggu (12/4/2026). Event ini tak hanya meriah, tetapi juga sukses menarik ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang bergengsi ini menjadi pusat perhatian para pecinta burung atau kicau mania. Tidak hanya diikuti peserta dari kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, lomba ini juga diramaikan peserta dari luar daerah seperti Solo, Jambi, Padang, Lampung hingga Surabaya.
Mereka datang dengan membawa burung-burung terbaik untuk unjuk kemampuan dalam perlombaan yang sarat gengsi tersebut. Suasana pun dipenuhi suara kicauan burung yang bersahut-sahutan, menciptakan atmosfer khas yang memikat perhatian pengunjung.
Lomba burung berkicau ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya komunitas pecinta burung dari berbagai daerah. Bengkulu pun menjadi titik temu yang mempererat silaturahmi antar kicau mania dari seluruh Indonesia.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, melihat peluang besar dari kegiatan ini. Ia menilai lomba burung berkicau memiliki potensi besar untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Saya minta event ini bisa dilakukan setiap minggu. Supaya pantai kita ramai, orang datang dari luar, menginap di hotel, belanja. Insyaallah saya akan terus support para kicau mania Bengkulu,” ujar Dedy.
Menurutnya, jika kegiatan seperti ini digelar rutin, maka kawasan wisata, khususnya pantai di Kota Bengkulu, akan semakin hidup. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peserta lomba, tetapi juga pelaku usaha seperti hotel, pedagang, hingga UMKM.
Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing. Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti lomba ini mencapai sekitar 700 orang.
“Alhamdulillah, peserta datang dari berbagai daerah seperti Solo, Jambi, Padang, Lampung, Surabaya, dan seluruh Provinsi Bengkulu,” kata Ronny.
Ronny menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa Bengkulu memiliki daya tarik kuat sebagai tuan rumah event komunitas berskala nasional. Ia pun optimistis kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin ke depan.
Bahkan, Pemerintah Kota Bengkulu berencana menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk lapangan permanen, agar lomba burung berkicau dapat digelar lebih sering dan lebih terorganisir.
“Insyaallah akan kita agendakan secara rutin, apalagi sudah ada dukungan dari Pak Wali untuk menyiapkan lapangan permanen,” tambahnya.
Lebih jauh, Ronny berharap kegiatan ini memberikan dampak luas bagi masyarakat. Tidak hanya bagi pecinta burung, tetapi juga pelaku UMKM dan sektor pariwisata yang ikut merasakan manfaat ekonomi dari ramainya pengunjung.
“Kami berharap lomba ini bisa menunjang perekonomian, baik bagi kicau mania, UMKM, hingga peningkatan PAD. Bahkan burung-burung juara ini nantinya bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” jelasnya.









