RAKYATMERAHPUTIH Kawasan muara eks lokalisasi Pulau Baai kembali menjadi lokasi kejadian tragis. Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun, Nurul Fatimah, meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat mandi di perairan tersebut, Senin (23/3/2026).
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa kawasan muara memiliki potensi bahaya tinggi, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan.
Korban diketahui merupakan warga Jalan Semarak 37 RT 15, Gang Koral, Kelurahan Padang Serai. Saat kejadian, korban diduga tengah berenang di sekitar muara yang memiliki arus cukup kuat dan tidak stabil.
Warga sekitar menyebutkan bahwa kondisi arus di lokasi sering kali berubah secara tiba-tiba, terutama saat air pasang. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Salah satu warga, Dela, mengatakan bahwa korban terlihat bermain air sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Tadi dia terlihat mandi dan berenang. Tapi kami tidak tahu persis bagaimana awalnya sampai tenggelam,” ujarnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Gading Medika. Namun, korban tidak dapat diselamatkan.
Kanit Reskrim Polsek Kampung Melayu, Ipda Brama Seta, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
“Korban sempat dibawa ke IGD, tapi sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir, untuk lebih berhati-hati.
Muara bukanlah tempat yang aman untuk aktivitas berenang, terutama bagi anak-anak. Selain arus yang kuat, kedalaman air juga tidak merata dan sulit diprediksi.
Beberapa warga bahkan mengaku bahwa lokasi tersebut sering dijadikan tempat bermain anak-anak, meskipun sebenarnya berbahaya.
Kondisi ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran akan risiko yang ada di kawasan perairan, terutama di lokasi-lokasi yang tidak memiliki pengawasan.
Para orang tua diimbau untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di kawasan muara tanpa pendampingan. Selain itu, diperlukan juga upaya dari pihak terkait untuk memberikan tanda peringatan di lokasi berbahaya.
Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran penting agar keselamatan anak-anak lebih diutamakan.
Karena dalam banyak kasus, kecelakaan di perairan sering terjadi bukan karena kelalaian besar, melainkan karena kurangnya pengawasan dan minimnya pemahaman terhadap bahaya lingkungan.
Tragedi yang menimpa Nurul Fatimah menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak yang masih belum memahami risiko di sekitar mereka.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









