Muara Pulau Baai Kembali Makan Korban, Warga Diminta Waspada Arus Berbahaya

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH Kawasan muara eks lokalisasi Pulau Baai kembali menjadi lokasi kejadian tragis. Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun, Nurul Fatimah, meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat mandi di perairan tersebut, Senin (23/3/2026).

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa kawasan muara memiliki potensi bahaya tinggi, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Semarak 37 RT 15, Gang Koral, Kelurahan Padang Serai. Saat kejadian, korban diduga tengah berenang di sekitar muara yang memiliki arus cukup kuat dan tidak stabil.

Warga sekitar menyebutkan bahwa kondisi arus di lokasi sering kali berubah secara tiba-tiba, terutama saat air pasang. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab korban tidak mampu menyelamatkan diri.

Salah satu warga, Dela, mengatakan bahwa korban terlihat bermain air sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Baca Juga :  Dituntut 8 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus PTM–Mega Mall Siapkan Pledoi

“Tadi dia terlihat mandi dan berenang. Tapi kami tidak tahu persis bagaimana awalnya sampai tenggelam,” ujarnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Gading Medika. Namun, korban tidak dapat diselamatkan.

Kanit Reskrim Polsek Kampung Melayu, Ipda Brama Seta, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

“Korban sempat dibawa ke IGD, tapi sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir, untuk lebih berhati-hati.

Muara bukanlah tempat yang aman untuk aktivitas berenang, terutama bagi anak-anak. Selain arus yang kuat, kedalaman air juga tidak merata dan sulit diprediksi.

Beberapa warga bahkan mengaku bahwa lokasi tersebut sering dijadikan tempat bermain anak-anak, meskipun sebenarnya berbahaya.

Baca Juga :  5 Truk Bermuatan Puluhan Ton Batu Bara Disita, Polda Bengkulu Perangi Tambang Ilegal

Kondisi ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran akan risiko yang ada di kawasan perairan, terutama di lokasi-lokasi yang tidak memiliki pengawasan.

Para orang tua diimbau untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di kawasan muara tanpa pendampingan. Selain itu, diperlukan juga upaya dari pihak terkait untuk memberikan tanda peringatan di lokasi berbahaya.

Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran penting agar keselamatan anak-anak lebih diutamakan.

Karena dalam banyak kasus, kecelakaan di perairan sering terjadi bukan karena kelalaian besar, melainkan karena kurangnya pengawasan dan minimnya pemahaman terhadap bahaya lingkungan.

Tragedi yang menimpa Nurul Fatimah menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak yang masih belum memahami risiko di sekitar mereka.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Haornas ke-43, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Pemprov Bengkulu Percepat Manajemen Talenta, Empat Kursi Kepala OPD Masih Kosong
Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran
SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD
Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi
Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS
Syukuran Sederhana Warnai 81 Tahun Pengabdian Kejaksaan di Bengkulu
Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:08 WIB

Haornas ke-43, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Rabu, 9 September 2026 - 17:02 WIB

Pemprov Bengkulu Percepat Manajemen Talenta, Empat Kursi Kepala OPD Masih Kosong

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 17:51 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIB

Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB