RAKYATMERAHPUTIH – PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu menyatakan sikap politik yang jelas: mempertahankan Pilkada langsung sebagai pilar utama demokrasi lokal. Partai ini menilai, Pilkada langsung adalah bentuk nyata kedaulatan rakyat yang tidak boleh dikurangi.
Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Bengkulu, Edwar Samsi, mengatakan bahwa demokrasi di daerah akan melemah jika rakyat tidak lagi memilih pemimpinnya secara langsung.
“Pilkada langsung adalah wujud nyata demokrasi. Jika itu dihapus, maka rakyat kehilangan suara dalam menentukan arah pembangunan daerah,” kata Edwar.
Ia menilai, selama ini Pilkada langsung telah melahirkan banyak pemimpin daerah yang dekat dengan masyarakat. Kedekatan itu terbangun karena proses pemilihan melibatkan rakyat secara langsung.
Edwar menegaskan, PDI Perjuangan tidak ingin demokrasi lokal dikendalikan oleh elite politik semata. Menurutnya, demokrasi harus tetap berpijak pada kehendak rakyat.
“PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat. Karena itu, kami tidak akan membiarkan hak rakyat dirampas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap sistem politik. Jika rakyat merasa suaranya tidak lagi menentukan, maka apatisme politik akan meningkat.
Dengan mempertahankan Pilkada langsung, PDI Perjuangan Bengkulu berharap kualitas demokrasi daerah terus meningkat. Partisipasi rakyat tetap terjaga, dan pemimpin daerah memiliki legitimasi kuat.
PDI Perjuangan Bengkulu memastikan akan terus menyuarakan sikap ini di berbagai forum. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi agar tetap hidup dan berpihak pada rakyat.
“Demokrasi bukan hadiah, tetapi hasil perjuangan. Dan perjuangan itu harus terus dijaga,” pungkas Edwar.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









