Proyek Jalan Tertahan: Alarm Keras Pengelolaan Keuangan Bengkulu

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

proyek jalan Bengkulu. PAD Bengkulu. tunda bayar infrastruktur. keuangan daerah. APBD Bengkulu

proyek jalan Bengkulu. PAD Bengkulu. tunda bayar infrastruktur. keuangan daerah. APBD Bengkulu

RAKYATMERAH PUTIH – Gagalnya Pemerintah Provinsi Bengkulu mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi alarm keras bagi tata kelola keuangan daerah. Target PAD sebesar Rp 1,2 triliun pada 2025 meleset jauh, dengan realisasi hanya berkisar Rp 800–900 miliar. Dampaknya nyata: proyek fisik selesai, pembayaran tertahan.

Plt Kepala BKAD Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, menyebutkan bahwa kegagalan mencapai target PAD tersebut langsung memukul kemampuan belanja daerah. Belanja kontraktual, khususnya pekerjaan fisik, menjadi sektor paling terdampak.

“Terjadi defisit sehingga beberapa pekerjaan fisik tidak bisa dibayarkan pada akhir tahun,” ujarnya.

Menurutnya, tunda bayar tersebut terpusat pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Seluruh tunggakan itu berada di Dinas Pekerjaan Umum dengan nilai mencapai Rp 170 miliar.

Baca Juga :  Remaja Terjebak Banjir di Air Terjun Paliak Lebong, BPBD Lakukan Evakuasi

Kondisi ini memunculkan kegelisahan di kalangan kontraktor lokal. Meski pekerjaan telah rampung sesuai kontrak, pembayaran belum juga diterima. Beberapa kontraktor mengaku terpaksa menunda proyek lain karena arus kas terganggu.

“Iya, pekerjaan sudah selesai, tapi masih terutang,” kata seorang kontraktor.

Di sisi lain, pemerintah provinsi berupaya meredam kekhawatiran. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan telah menegaskan bahwa seluruh utang akan diselesaikan pada 2026. Bahkan, Pemprov telah menerbitkan surat pernyataan utang sebagai bentuk jaminan komitmen.

Tak hanya soal kontraktor, masalah keuangan ini juga merembet ke hubungan antar pemerintah daerah. Dana Bagi Hasil ke kabupaten masih tertunggak sekitar Rp 120 miliar. Padahal, DBH merupakan sumber penting bagi keuangan kabupaten.

Baca Juga :  Sorak Sorai Festival Dorong Lonjakan Transaksi Digital, Bank Raya Catat Ratusan Juta Transaksi

Menariknya, di tengah tekanan tersebut, Pemprov Bengkulu masih memiliki piutang DBH dari pemerintah pusat sekitar Rp 60 miliar. Artinya, persoalan keuangan daerah ini juga dipengaruhi oleh keterlambatan transfer dari pusat serta kebijakan efisiensi nasional.

Para pengamat menilai, kegagalan mencapai target PAD menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap perencanaan fiskal daerah. Target yang terlalu ambisius tanpa basis potensi riil berisiko menimbulkan tunda bayar dan ketidakpastian bagi pelaku usaha.

Tahun 2026 kini menjadi momentum krusial. Janji pelunasan utang harus diikuti dengan pembenahan sistem pemungutan PAD, perencanaan belanja yang lebih hati-hati, serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah. Tanpa itu, masalah serupa dikhawatirkan akan terus berulang.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Haornas ke-43, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Pemprov Bengkulu Percepat Manajemen Talenta, Empat Kursi Kepala OPD Masih Kosong
Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran
SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD
Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi
Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS
Syukuran Sederhana Warnai 81 Tahun Pengabdian Kejaksaan di Bengkulu
Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:08 WIB

Haornas ke-43, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Rabu, 9 September 2026 - 17:02 WIB

Pemprov Bengkulu Percepat Manajemen Talenta, Empat Kursi Kepala OPD Masih Kosong

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 17:51 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIB

Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB