RAKYARMERAHPUTIH – Tabligh Akbar Pengajian Merah Putih di Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan jemaah, Sabtu (31/1). Salah satu daya tarik utama acara ini adalah tausiyah dari penceramah nasional Ustaz Ucay yang dikenal dengan gaya ceramah ringan dan menghibur.
Sejak awal, jemaah terlihat antusias menunggu ceramah utama. Banyak yang datang lebih awal agar mendapat tempat duduk di dalam gedung. Suasana semakin hidup ketika Ustaz Ucay mulai menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan bahasa sederhana dan humor yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya memuliakan ulama dan guru sebagai pewaris para nabi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang dalam hidup tidak lepas dari peran guru yang pernah membimbingnya.
Menurutnya, menghormati guru bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang menuntun manusia menuju kebaikan. Pesan ini disampaikan dengan contoh-contoh nyata yang mudah dipahami jemaah.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan mendapat balasan. Tidak ada satu pun amal yang sia-sia, baik itu perbuatan baik maupun buruk. Semua akan ditimbang di akhirat sebagai penentu nasib seseorang.
Pesan tersebut membuat banyak jemaah terdiam dan merenung. Sebagian terlihat tersenyum ketika mendengar kisah-kisah ringan yang disampaikan, sementara yang lain tampak serius menyimak setiap kalimat.
Selain ceramah, kegiatan ini juga diisi dengan sambutan dari Wakil Gubernur Bengkulu yang mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai bulan perbaikan diri. Ia menekankan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus kepedulian sosial.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjalankan program-program yang berpihak pada masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, ambulans gratis, dan perhatian kepada anak yatim melalui program orang tua asuh.
Tabligh Akbar ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai kabupaten di Bengkulu. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat.
Bagi jemaah, pengajian ini bukan hanya sarana menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi hiburan rohani yang menenangkan hati. Ceramah yang disampaikan dengan gaya santai membuat pesan agama terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Seorang jemaah mengaku merasa lebih siap menyambut Ramadan setelah mengikuti pengajian tersebut. Ia berharap semangat yang didapat dari Tabligh Akbar bisa terus dijaga hingga bulan puasa tiba.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama agar Bengkulu selalu diberkahi, masyarakat hidup damai, dan Ramadan dapat dijalani dengan penuh keikhlasan.
Dengan antusiasme ribuan jemaah dan pesan-pesan keagamaan yang kuat, Tabligh Akbar Pengajian Merah Putih menjadi salah satu kegiatan religius terbesar di Bengkulu dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan tahun ini.









