BENGKULUBAROMETER – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Bengkulu terus berjalan. Saat ini, program untuk tahun 2026 masih berada pada tahap verifikasi administrasi, sementara program tahun 2025 telah mencapai progres penanaman sekitar 60 persen.
Koordinator PSR Dinas TPHP Bengkulu, Hamdani, menjelaskan bahwa proses pengajuan dilakukan melalui aplikasi yang digunakan untuk mendata kelompok tani dan koperasi.
“Sekarang masih tahap verifikasi dokumen kelompok, seperti KTP, surat lahan, dan kelengkapan lainnya,” ujar Hamdani.
Berdasarkan data sementara, sudah ada tiga kelompok tani dan dua koperasi yang mengajukan usulan program PSR.
Pengajuan tersebut berasal dari beberapa wilayah, di antaranya Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Tengah.
Menariknya, koperasi dapat mengajukan usulan dalam beberapa tahap sesuai kesiapan lahan dan kelompok tani. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi petani untuk mengikuti program tanpa harus menunggu semua lahan siap sekaligus.
Setelah tahap administrasi selesai, proses akan dilanjutkan dengan pengecekan lapangan oleh petugas di tingkat kabupaten.
“Setelah verifikasi dokumen, baru dilakukan pengecekan lapangan,” jelasnya.
Tahapan ini penting untuk memastikan bahwa lahan yang diajukan benar-benar memenuhi syarat program.
Sementara itu, untuk program PSR tahun 2025, progres penanaman sudah mencapai sekitar 60 persen. Kegiatan tersebut masih terus berjalan hingga tuntas di tahun 2026.
“Progresnya terus berjalan dan dilaporkan secara berkala melalui aplikasi,” kata Hamdani.
Capaian ini menunjukkan bahwa program PSR di Bengkulu berjalan dengan baik dan terukur.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan, program ini terus didorong agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pendekatan berbasis data dan sistem aplikasi menjadi salah satu keunggulan dalam pelaksanaan program ini. Selain transparan, prosesnya juga lebih terkontrol dan mudah dipantau.
Program PSR tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang bagi sektor perkebunan Bengkulu.
Dengan peremajaan yang dilakukan secara bertahap dan terencana, diharapkan produktivitas sawit di Bengkulu akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi








