RAKYATMERAHPUTIH – Penanganan banjir di Kabupaten Lebong terus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Aparat gabungan turun langsung ke lapangan membantu warga yang terdampak.
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramdhani SH, SIK, mengungkapkan pihaknya telah mengerahkan sekitar 200 personel.
“Kita turunkan 200 personel untuk membantu evakuasi warga, pengamanan, dan penanganan darurat,” ujarnya.
Personel disebar di sejumlah titik terdampak untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
Selain membantu warga, aparat juga mengamankan lokasi terdampak guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Banjir yang terjadi sejak Minggu (5/4/2026) menyebabkan sejumlah wilayah lumpuh. Jalan tertutup lumpur, kendaraan rusak, dan fasilitas umum terendam.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, rekayasa lalu lintas diberlakukan di beberapa titik. Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan dan mobilitas warga tetap berjalan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lebong juga bergerak cepat dengan mendirikan posko bantuan. Posko tersebut menyediakan kebutuhan dasar bagi warga seperti makanan dan logistik harian.Posko induk ditempatkan di Kantor Camat Amen sebagai pusat koordinasi.
Bupati Lebong, H. Azhari SH, MH, mengatakan pemerintah akan terus memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.
“Kita pastikan kebutuhan warga terpenuhi. Ini prioritas utama,” katanya.
Bupati Azhari mengajak masyarakat untuk tetap tenang.
“Kita hadapi ini bersama. Pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD, Saprul, menyebut ribuan kepala keluarga terdampak dan kerugian mencapai miliaran rupiah.
“Pendataan masih berlangsung agar penanganan bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Meski kondisi cukup berat, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Penulis : Windi junius
Editor : Redaksi









