Nelayan Kecil Terdesak, Pemerintah Diminta Hadir Lindungi Hak dan Wilayah Tangkap

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik nelayan di Bengkulu soroti perlindungan nelayan kecil. Pemerintah didorong hadir melalui kebijakan adil dan pemetaan wilayah tangkap berkelanjutan.

Konflik nelayan di Bengkulu soroti perlindungan nelayan kecil. Pemerintah didorong hadir melalui kebijakan adil dan pemetaan wilayah tangkap berkelanjutan.

RAKYATMERAHPUTIH – Konflik antara nelayan tradisional dan pengguna alat tangkap trawl di Bengkulu kembali mengemuka. Di balik konflik tersebut, muncul tuntutan kuat agar pemerintah lebih serius melindungi hak nelayan kecil sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Isu ini menjadi pembahasan utama dalam dialog publik yang digelar Ekologi Maritim Indonesia di Aula Hotel Adeva Bengkulu, Rabu (15/4/2026). Forum ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga perwakilan nelayan.

Koordinator Nasional Ekomarin, Marthin Hadiwinata, menilai bahwa konflik yang terjadi saat ini menunjukkan masih lemahnya perlindungan terhadap nelayan kecil.

“Ini bukan hanya soal alat tangkap, tetapi soal keadilan. Nelayan kecil sering kali berada di posisi yang dirugikan,” ujar Marthin.

Menurutnya, negara harus hadir secara nyata untuk menjamin hak dasar nelayan. Tidak hanya dalam hal pengaturan wilayah tangkap, tetapi juga dalam perlindungan sosial.

Baca Juga :  Uji Makalah Jadi Penentu Awal, Calon Karo Hukum Diminta Tawarkan Gagasan Terbaik

Ia menekankan pentingnya pemberian jaminan seperti asuransi nelayan, akses layanan kesehatan, serta pendidikan bagi keluarga nelayan.

“Nelayan adalah bagian penting dari ekonomi daerah. Mereka harus mendapatkan perlindungan yang layak,” katanya.

Selain itu, Marthin juga mendorong adanya pemetaan wilayah tangkap yang dilakukan secara partisipatif. Artinya, nelayan harus dilibatkan dalam menentukan batas-batas wilayah tangkap agar tidak terjadi tumpang tindih.

Pemetaan ini juga penting untuk melindungi kawasan-kawasan tertentu yang menjadi tempat berkembang biaknya ikan.

“Wilayah pemijahan ikan harus dijaga. Kalau perlu ditutup sementara, tapi pemerintah harus memberikan insentif agar nelayan tidak dirugikan,” jelasnya.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Tanpa perlindungan yang baik, hasil tangkapan ikan bisa terus menurun dan merugikan nelayan dalam jangka panjang.

Marthin juga mengingatkan bahwa kebijakan perikanan harus berbasis data yang akurat dan disusun secara transparan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kebingungan di kalangan nelayan.

Baca Juga :  Kejati Bengkulu Perkuat Soliditas, Pejabat Baru Diminta Jaga Integritas dan Loyalitas

“Semua harus jelas dan terbuka. Jangan sampai nelayan bingung dengan aturan yang berubah-ubah,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini banyak kebijakan yang dibuat tanpa melibatkan nelayan secara langsung. Akibatnya, kebijakan tersebut sering tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Melalui dialog ini, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah konkret dalam menyusun kebijakan yang lebih berpihak kepada nelayan kecil.

Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap yang merusak juga harus diperketat agar tidak merugikan nelayan tradisional.

Jika perlindungan terhadap nelayan kecil tidak segera diperkuat, konflik dikhawatirkan akan terus terjadi dan semakin sulit dikendalikan.

“Sebaliknya, jika pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang adil dan berpihak, maka konflik bisa ditekan dan kesejahteraan nelayan meningkat” tutupnya

Penulis : Handi Pratama

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran
SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD
Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi
Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS
Syukuran Sederhana Warnai 81 Tahun Pengabdian Kejaksaan di Bengkulu
Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian
Pemkot Bengkulu Perluas Penerima Bantuan, Duda hingga Penggali Kubur Kini Dapat Perhatian
Dua Anggota KPU RI Sambangi Bengkulu, Bawa Misi Perkuat Profesionalitas dan Integritas Penyelenggara Pemilu
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 17:51 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD

Kamis, 3 September 2026 - 17:28 WIB

Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIB

Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS

Selasa, 1 September 2026 - 19:19 WIB

Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB