Kenaikan Harga Kedelai Mulai Pengaruhi Ekonomi Keluarga Perajin Tempe

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan harga kedelai hingga Rp850 ribu per karung tidak hanya menekan usaha tempe di Bengkulu, tetapi juga mulai memengaruhi ekonomi keluarga para perajinnya.

Kenaikan harga kedelai hingga Rp850 ribu per karung tidak hanya menekan usaha tempe di Bengkulu, tetapi juga mulai memengaruhi ekonomi keluarga para perajinnya.

RAKYATMERAHPUTIH – Kenaikan harga kedelai tidak hanya berdampak pada aktivitas produksi tempe. Di balik usaha yang terus berjalan, banyak pelaku usaha kecil mulai merasakan tekanan terhadap ekonomi keluarga mereka.

Hal itulah yang dirasakan Yuneni Wulandari, salah satu pengusaha tempe di Kota Bengkulu. Naiknya harga kedelai hingga Rp850 ribu per karung membuat biaya produksi meningkat secara signifikan.

Akibatnya, keuntungan yang biasanya diperoleh dari usaha tempe mengalami penurunan tajam. Jika sebelumnya usaha tersebut mampu memberikan pendapatan yang cukup stabil, kini laba bersih yang diperoleh hanya sekitar 30 persen dari kondisi normal.

Penurunan keuntungan tersebut memaksa Yuneni melakukan berbagai penghematan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengurangi pengeluaran rumah tangga agar modal usaha tetap tersedia.

“Kami belum sampai berutang. Tetapi belanja rumah tangga harus ditekan. Kalau biasanya membeli kebutuhan dalam jumlah tertentu, sekarang harus dikurangi agar usaha tetap berjalan,” ungkapnya

Baca Juga :  MTQ XXXVII Bengkulu Resmi Diluncurkan, Sekda: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Penguatan Generasi Qurani

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana gejolak harga bahan baku dapat memberikan dampak berantai. Kenaikan harga tidak hanya dirasakan di tempat produksi, tetapi juga masuk ke dalam kehidupan keluarga pelaku usaha.

Bagi banyak pengusaha kecil, modal usaha dan kebutuhan rumah tangga sering kali berasal dari sumber yang sama. Ketika keuntungan usaha berkurang, otomatis pengeluaran keluarga juga harus disesuaikan.

Situasi tersebut semakin terasa karena produksi tempe juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya mampu mengolah 12 karung kedelai per hari, kini produksi hanya enam hingga delapan karung.

Artinya, jumlah produk yang dijual berkurang, sementara biaya bahan baku justru meningkat. Kondisi inilah yang membuat para pelaku usaha harus bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan usaha mereka.

Baca Juga :  Dari Jalan Kota ke Jalan Provinsi, Nasib Rawa Makmur Akan Berubah

Meski menghadapi berbagai tantangan, Yuneni tetap berupaya mempertahankan usahanya. Ia percaya tempe akan selalu dibutuhkan masyarakat karena merupakan salah satu makanan yang terjangkau dan menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari.

Namun ia berharap harga kedelai dapat kembali stabil sehingga usaha kecil seperti miliknya tidak terus tertekan. Stabilitas harga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus melindungi ekonomi keluarga pelaku UMKM.

Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, kisah para perajin tempe Bengkulu menjadi pengingat bahwa setiap kenaikan harga bahan pokok memiliki dampak yang jauh lebih luas dari yang terlihat di pasar.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran
SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD
Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi
Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS
Syukuran Sederhana Warnai 81 Tahun Pengabdian Kejaksaan di Bengkulu
Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian
Pemkot Bengkulu Perluas Penerima Bantuan, Duda hingga Penggali Kubur Kini Dapat Perhatian
Dua Anggota KPU RI Sambangi Bengkulu, Bawa Misi Perkuat Profesionalitas dan Integritas Penyelenggara Pemilu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 17:51 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD

Kamis, 3 September 2026 - 17:28 WIB

Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIB

Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS

Selasa, 1 September 2026 - 19:19 WIB

Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB