Aktivis Minta Disnaker Turun Tangan, Pemecatan Tiga Guru di Bengkulu Dinilai Tidak Manusiawi

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pemuda MADANI Bengkulu Abdullah SH meminta Disnaker turun tangan menyikapi dugaan pemecatan sepihak terhadap tiga guru SD IT Rabbani Kota Bengkulu.

Ketua Umum Pemuda MADANI Bengkulu Abdullah SH meminta Disnaker turun tangan menyikapi dugaan pemecatan sepihak terhadap tiga guru SD IT Rabbani Kota Bengkulu.

RAKYATMERAHPUTIH – Dugaan pemberhentian sepihak terhadap tiga guru SD IT Rabbani Kota Bengkulu mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Pemuda MADANI Provinsi Bengkulu, Abdullah, SH.

Abdullah menilai tindakan pemberhentian yang dialami tiga tenaga pendidik tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya instansi yang membidangi ketenagakerjaan.

Menurutnya, pemecatan mendadak tanpa adanya proses yang jelas dapat menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi kemanusiaan maupun perlindungan tenaga kerja.

“Pemecatan secara mendadak dan sepihak terhadap tenaga pendidik ini adalah perbuatan yang tidak manusiawi. Hal seperti ini patut dikawal bersama agar tidak menjadi penyakit dalam dunia pendidikan,” kata Abdullah.

Ia menegaskan bahwa profesi guru memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, para tenaga pendidik seharusnya mendapatkan penghargaan dan perlindungan yang layak.

Baca Juga :  200 Personel Dikerahkan, Aparat Bergerak Cepat Tangani Banjir Lebong

Abdullah juga menyoroti persoalan kesejahteraan yang selama ini masih dirasakan sebagian guru swasta. Menurutnya, masih banyak tenaga pendidik yang belum mendapatkan jaminan kesehatan, jaminan kerja, maupun kepastian kesejahteraan finansial.

“Kalau tidak ada jaminan kesehatan, tidak ada jaminan kerja, dan tidak ada kesejahteraan yang memadai, maka kondisi itu harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menilai kasus yang dialami Tita Aryani, Elsita, dan Ririn Safitri merupakan gambaran nyata tantangan yang masih dihadapi guru swasta di daerah.

Ketiga guru tersebut mengaku diberhentikan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Mereka menyatakan tidak pernah menerima surat peringatan maupun surat pemberhentian resmi sebelum keputusan itu disampaikan.

Tita Aryani yang telah mengajar selama 12 tahun mengaku terkejut saat diminta berhenti mengajar. Sementara Elsita yang telah mengabdi selama 13 tahun juga mengaku hanya menerima pemberitahuan secara lisan.

Baca Juga :  Bentuk Karakter Generasi Muda: Helmi Hasan Resmikan Retreat Merah Putih Pelajar

Abdullah meminta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bengkulu segera melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, langkah itu penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap perlindungan guru swasta. Sebab mereka merupakan bagian penting dari sistem pendidikan yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Peristiwa ini terjadi ketika masyarakat Indonesia tengah menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Abdullah menilai momentum tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa setiap pekerja, termasuk guru, berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan bermartabat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SD IT Rabbani maupun yayasan terkait dugaan pemberhentian tiga guru tersebut. Bengkulu Barometer masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak sekolah untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang mengenai peristiwa ini.

Berita Terkait

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran
SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD
Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi
Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS
Syukuran Sederhana Warnai 81 Tahun Pengabdian Kejaksaan di Bengkulu
Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian
Pemkot Bengkulu Perluas Penerima Bantuan, Duda hingga Penggali Kubur Kini Dapat Perhatian
Dua Anggota KPU RI Sambangi Bengkulu, Bawa Misi Perkuat Profesionalitas dan Integritas Penyelenggara Pemilu
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 17:51 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD

Kamis, 3 September 2026 - 17:28 WIB

Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIB

Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS

Selasa, 1 September 2026 - 19:19 WIB

Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB