RAKYATMERAHPUTIH – Pesantren kembali ditegaskan sebagai pilar penting dalam membangun masa depan generasi bangsa. Hal ini disampaikan Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Perguruan Islam YASPIDA Sukabumi, Kamis, 23 Januari 2026.
Dalam suasana yang penuh keakraban, Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah berdialog langsung dengan pimpinan pesantren dan civitas akademika. Kunjungan ini menjadi refleksi bersama tentang peran pendidikan dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurut Bupati, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga kekuatan karakter. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, nilai akhlak menjadi penyangga utama agar generasi muda tidak kehilangan arah.
“Ilmu tanpa akhlak bisa menyesatkan. Pesantren hadir untuk menjaga keseimbangan itu, membentuk generasi yang cerdas sekaligus bermoral,” ujarnya.
Ia menilai pesantren memiliki kekuatan dalam membangun kebiasaan baik sejak dini, mulai dari disiplin, tanggung jawab, hingga kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dianggap relevan sepanjang zaman dan menjadi bekal penting bagi generasi masa depan.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA menegaskan bahwa pendidikan pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Meskipun berakar pada tradisi keislaman, pesantren tetap membuka diri terhadap inovasi dalam metode pembelajaran dan penguatan keterampilan santri.
“Kami ingin santri kami siap hidup di masyarakat, mampu berkontribusi, dan tetap memegang nilai-nilai kebaikan,” tuturnya.
Dalam diskusi yang berlangsung, dibahas pentingnya integrasi pendidikan pesantren dengan sistem pendidikan formal. Tujuannya agar lulusan pesantren memiliki bekal pengetahuan yang lengkap, baik secara akademik maupun moral.
Bupati Bengkulu Tengah berharap, ke depan akan lahir program-program pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya. Pemerintah daerah, katanya, siap berjalan bersama lembaga pendidikan dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Kunjungan ini menjadi penanda bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah dan pesantren, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan zaman, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai luhur bangsa.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









