Kunci di Tangan Golkar: Mengapa Paripurna PAW Ketua DPRD Belum Bisa Ditetapkan?

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 10:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waka 1 DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain menyatkan kunci parpirna pergantiann dan pengangkatan Ketua DPRD tergantung Farksi Golkar yang memiliki kepentingan.

Waka 1 DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain menyatkan kunci parpirna pergantiann dan pengangkatan Ketua DPRD tergantung Farksi Golkar yang memiliki kepentingan.

RAKYATMERAHPUTIH – Paripurna Pengumuman Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua DPRD Provinsi Bengkulu memasuki babak baru. Meski surat penetapan dari DPP Partai Golkar telah dibacakan dalam rapat paripurna sebelumnya, langkah selanjutnya justru berhenti di meja Banmus. Tidak sedikit pihak bertanya: mengapa proses PAW Ketua DPRD Bengkulu ini belum juga bergerak?

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, memberikan penjelasan gamblang. Menurutnya, kunci utama proses ini bukan di pimpinan DPRD, bukan pula pada Sekretaris DPRD, tetapi ada pada Banmus, khususnya representasi dari Fraksi Golkar sebagai fraksi yang memiliki kepentingan langsung dalam pergantian jabatan tersebut.

“Banmus adalah pintu masuk semua agenda. Mau dijadwalkan atau tidak, mau cepat atau lambat, tergantung Banmus. Dan Banmus itu salah satunya diisi oleh perwakilan Fraksi Golkar,” tegas Teuku.

Banmus sendiri tidak bisa mengambil keputusan jika tidak kuorum. Syarat kuorum adalah kehadiran 50 persen plus satu dari total anggota Banmus. Artinya, absennya satu fraksi saja dapat menggagalkan langsung penetapan jadwal.

Baca Juga :  Seleksi Calon Pimpinan Baznas Bengkulu Masuk Tahap Uji Kompetensi, 20 Peserta Perebutkan Lima Kursi

Inilah alasan mengapa proses PAW terkesan bergerak lambat. Bukan karena pimpinan DPRD menahan, bukan karena teknis administrasi, tetapi karena dinamika internal fraksi yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Lebih jauh, Teuku menjelaskan bahwa proses penjadwalan Banmus dimulai dari pengajuan Sekretariat DPRD. Namun usulan itu hanya dapat ditindaklanjuti jika pimpinan menerima permintaan resmi untuk menggelar rapat Banmus. Masalahnya, sampai hari ini, permintaan itu belum masuk.

“Belum ada surat permintaan rapat Banmus. Kita menunggu. Kalau nanti diajukan, barulah kita selenggarakan,” kata Teuku.

Sementara itu, proses PAW memiliki konsekuensi politik yang tidak sederhana. Pergantian Ketua DPRD berarti bergesernya formasi kekuatan politik di lembaga legislatif. Pada titik inilah Fraksi Golkar memegang posisi strategis.

Menurut Teuku, fraksi-fraksi lain sebenarnya tidak memiliki kepentingan besar untuk mempercepat atau memperlambat proses PAW. Hanya Fraksi Golkar yang menjadi pemegang kunci.

Baca Juga :  Kapolda Bengkulu Ingatkan Wisatawan Patuhi Aturan, Keamanan Pantai Jadi Tanggung Jawab Bersama

“Fraksi lain tidak berkepentingan. Jadi logis saja kalau ritme penjadwalan bergantung pada Fraksi Golkar,” jelasnya.

Sementara publik menantikan PAW Ketua DPRD sebagai bentuk kepastian politik, proses di internal Banmus justru masih berjalan di tempat. Sekalipun jadwal kerja DPRD untuk dua bulan ke depan sudah disusun, jika Banmus tidak kuorum maka seluruh jadwal tersebut tidak akan berlaku.

“Jadwal itu tidak sah kalau Banmus tidak memenuhi ketentuan Tatib. Jadi semuanya kembali ke Banmus,” ujarnya.

Jika ditarik ke hulunya, mandeknya agenda ini memperlihatkan bahwa PAW Ketua DPRD bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari dinamika politik internal yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang paripurna.

Dengan belum adanya permintaan resmi untuk rapat Banmus, DPRD masih menunggu sinyal dari Fraksi Golkar. Publik pun harus bersabar menunggu kapan momentum pergantian pimpinan DPRD ini benar-benar akan diumumkan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Berita Terbaru

Bengkulu

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:14 WIB