Ikadin dan Uinfas Berkolaborasi Lahirkan Advokat Muda

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 12 calon advokat mengikuti Pendidikan Profesi Advokat (PPA) Tahun 2025

Sebanyak 12 calon advokat mengikuti Pendidikan Profesi Advokat (PPA) Tahun 2025

RAKYATMERAHPUTIH – DPD Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu. Acara yang digelar pada Sabtu, 29 November 2025 itu menjadi momentum penguatan kolaborasi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi untuk melahirkan advokat muda yang adaptif menghadapi dinamika hukum modern.

Sebanyak 12 calon advokat mengikuti PPA yang akan berlangsung hingga 7 Desember 2025. Mereka adalah lulusan hukum yang ingin memperdalam praktik advokasi dan mempersiapkan diri menghadapi ujian profesi.

Dewan Penasehat DPD IKADIN Bengkulu, Rizky Wewengkang Hanafiah, menegaskan dalam sambutannya bahwa PPA merupakan program strategis yang harus mengedepankan integritas.

“PPA ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ini proses pembentukan karakter advokat. Tanpa integritas dan etika, advokat tidak akan mampu menjawab tantangan profesi di era sekarang,” katanya.

Profesionalisme advokat kini diuji oleh perkembangan hukum yang bergerak cepat. Kasus-kasus berbasis digital, sengketa bisnis modern, dan persoalan kejahatan siber menuntut advokat memiliki kompetensi lebih kompleks.

Baca Juga :  Herwan Antoni Ingatkan Pejabat Baru: Jabatan Adalah Amanah untuk Rakyat

Kondisi itu membuat perguruan tinggi dan organisasi profesi sadar perlunya pendidikan yang menyeluruh. Di titik inilah UINFAS Bengkulu dan IKADIN bertemu dalam kepentingan yang sama: mencetak advokat yang tidak hanya kompeten dalam teori, tetapi memiliki kapasitas praktik dan moral yang memadai.

Dekan Fakultas Syariah UINFAS, Prof. Dr. Suwarjin, MA menilai dunia hukum membutuhkan pembaruan yang hanya bisa dilakukan jika profesi advokat diperkuat sejak dari bangku pelatihan.

“Mahasiswa hukum belajar teori. Tetapi menjadi advokat membutuhkan pengalaman, intuisi, dan kedewasaan melihat permasalahan masyarakat,” ujarnya.

Suwarjin menyebut para peserta akan menerima materi dari para akademisi dan praktisi hukum yang telah melewati berbagai dinamika kasus. Dalam penyampaian materi, kampus menekankan pendekatan kemanusiaan dan proporsional dalam memahami konflik hukum.

“Kami ingin mereka menjadi advokat profesional sekaligus humanis,” kata Suwarjin.

Baca Juga :  Jalan Baru di Lebong Rusak, Diduga Akibat Dilintasi Alat Berat Dozan 320

Sekjen DPP IKADIN, Dr. M. Rasyid Ridho, menegaskan bahwa PPA tahun ini diarahkan untuk membentuk advokat baru yang kuat secara karakter dan teknis.

“Profesi advokat tidak hanya tentang membela klien. Ini tentang menjaga kehormatan profesi. Itu sebabnya KEA harus menjadi pedoman utama,” tegasnya.

Menurut Rasyid, dinamika hukum Indonesia menunjukkan bahwa banyak perkara telah melibatkan pelanggaran etika oleh advokat. Karena itu, pendidikan etik menjadi materi inti dalam PPA.

Materi etik dibahas secara mendalam, termasuk studi kasus pelanggaran etik yang menyebabkan advokat dicabut izinnya. Peserta diminta memahami bahwa profesi ini tidak sekadar soal kecerdasan hukum, tetapi keberanian moral.

Rasyid menyampaikan harapannya agar peserta PPA angkatan ini menjadi advokat baru yang memiliki kepekaan sosial, pengetahuan hukum yang terstruktur, dan integritas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Integritas yang dibangun dari PPA ini akan menjadi fondasi peradaban hukum kita,” ujar Rasyid.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Haornas ke-43, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Pemprov Bengkulu Percepat Manajemen Talenta, Empat Kursi Kepala OPD Masih Kosong
Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran
SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD
Dikbud Kota Bengkulu Warning Sekolah Jangan Abaikan Potensi Siswa Berprestasi
Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS
Syukuran Sederhana Warnai 81 Tahun Pengabdian Kejaksaan di Bengkulu
Ziarah di TMP Balai Buntar, Kajati Bengkulu Tekankan Integritas dan Pengabdian
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:08 WIB

Haornas ke-43, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Rabu, 9 September 2026 - 17:02 WIB

Pemprov Bengkulu Percepat Manajemen Talenta, Empat Kursi Kepala OPD Masih Kosong

Selasa, 8 September 2026 - 18:24 WIB

Selisih Harga BBM Tekan Pertashop, HPMPI Dorong Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 17:51 WIB

SPI 2025 Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Bengkulu Perkuat Integritas OPD

Kamis, 3 September 2026 - 17:03 WIB

Konflik Guru SDIT Rabbani Bengkulu Mencuat ke Disnaker, Ada Persoalan BPJS

Berita Terbaru

Nasional

Giliran Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 7 Sep 2026 - 15:57 WIB