RAKYATMERAHPUTIH – Safari Ramadhan 1447 H yang dipimpin Gubernur Bengkulu pada awal Ramadan 19–20 Februari 2026 menghadirkan suasana berbeda di tiga kabupaten yakni Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Agenda ini mempertemukan unsur Forkopimda, kepala OPD, bupati, tokoh masyarakat, hingga warga dalam satu forum kebersamaan. Dari masjid ke masjid, pemerintah hadir tidak hanya memberi sambutan, tetapi membawa program nyata.
Di Seluma, selain launching Samsat Desa, pemerintah menyalurkan bantuan untuk masjid, lansia, anak yatim, penyandang disabilitas, hingga sektor pertanian dan olahraga. Bantuan yang sama juga diberikan di Bengkulu Selatan dan Kaur.
Format acara yang konsisten pembukaan, sambutan bupati, penyerahan bantuan, arahan gubernur, ceramah agama, dan doa menunjukkan pendekatan terstruktur dalam menyampaikan kebijakan sekaligus memperkuat nilai spiritual.
Yang menarik, agenda tidak hanya terpusat di masjid. Ada peninjauan pembangunan jalan dan lokasi TMMD, serta launching Baznas Microfinance. Artinya, Safari Ramadhan menjadi ruang konsolidasi pembangunan lintas sektor.
Kehadiran langsung Gubernur bersama jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten memperlihatkan soliditas birokrasi. Masyarakat tidak hanya mendengar rencana, tetapi melihat langsung realisasi program.
Dalam konteks ini, Safari Ramadhan menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia berubah menjadi forum komunikasi publik, distribusi bantuan, sekaligus penguatan kepercayaan antara pemerintah dan warga.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









