RAKYATMERAHPUTIH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu kembali angkat bicara terkait beredarnya video dan foto viral yang diduga menyeret salah satu pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu. Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memastikan proses penelusuran telah dimulai melalui pemanggilan awal terhadap pihak terkait.
Herwan menyebut Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah dilibatkan untuk melakukan langkah awal pemeriksaan.
“Dari pihak tim kita sementara tadi sudah memanggil Inspektorat dan BKD. Jadi sudah pemanggilan awal, nanti akan ditindaklanjuti,” kata Herwan, saat dikonfirmasi, Selasa (04/8/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemprov Bengkulu tidak bisa lagi mengabaikan isu yang berkembang di tengah masyarakat. Sorotan publik kini tertuju pada sejauh mana pemerintah daerah mampu membuka proses pemeriksaan secara transparan dan memastikan aturan ASN benar-benar ditegakkan.
Herwan juga menjelaskan, penanganan persoalan ini akan dilakukan oleh tim sesuai mekanisme yang berlaku.
“Nanti tim yang melakukan dan akan menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada,” terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan akan mengacu pada ketentuan Undang-Undang ASN sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.
“Semuanya sesuai dengan aturan, mekanisme yang ada. Sudah diatur dalam Undang-Undang ASN, disiplin salah satunya,” tegas Herwan.
Meski proses pemeriksaan telah berjalan, Pemprov Bengkulu masih belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait siapa pejabat yang dimaksud. Kondisi ini membuat publik menunggu kepastian, apakah kasus tersebut hanya berakhir pada klarifikasi atau akan berujung pada pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
Kini, langkah Pemprov Bengkulu menjadi ujian terhadap komitmen menjaga marwah birokrasi dan integritas aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah.









