SK Gubernur Jadi Kunci, BPKAD Kebut Administrasi UP OPD Tahun 2026

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPKAD Bengkulu mengebut administrasi pencairan Uang Persediaan OPD 2026. Draf SK Gubernur sudah siap, tinggal menunggu penandatanganan.

BPKAD Bengkulu mengebut administrasi pencairan Uang Persediaan OPD 2026. Draf SK Gubernur sudah siap, tinggal menunggu penandatanganan.

RAKYATMERAHPUTIH – Proses pencairan Uang Persediaan (UP) bagi OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu kini memasuki tahap krusial. Setelah pagu anggaran ditetapkan dalam APBD 2026, perhatian kini tertuju pada penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dasar hukum pencairan dana tersebut.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, mengatakan bahwa seluruh dokumen pendukung sebenarnya telah siap. Bahkan, draf SK Gubernur sudah dirampungkan oleh tim BPKAD.

“Draf SK sudah kami siapkan. Sekarang tinggal menunggu ditandatangani Gubernur,” kata Tommy.

Ia menjelaskan, setelah SK tersebut diteken, proses tidak langsung berhenti. Masih ada tahapan lanjutan berupa penetapan SK bendahara pengeluaran, bendahara penerimaan, serta penyempurnaan administrasi keuangan di masing-masing OPD.

Baca Juga :   Bantuan Rp1 Miliar Diserahkan ke Aceh, Helmi Hasan Tinjau Wilayah Terdampak

“Ini memang harus berurutan. Setelah lengkap, baru UP bisa dicairkan,” ujarnya.

Tommy menegaskan, proses administrasi ini bukan untuk mempersulit OPD, melainkan untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan tertib dan sesuai aturan. Dengan mekanisme yang jelas, risiko kesalahan administrasi dan temuan pemeriksaan dapat diminimalkan.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada perubahan kebijakan mendadak terkait UP di tahun 2026. Semua berjalan sesuai aturan yang berlaku dan merujuk pada APBD yang telah disahkan.

Baca Juga :  EDIT, Senjata Baru Bengkulu untuk Perkuat Anti Korupsi

“Tidak ada yang berubah. Semua sesuai pagu masing-masing OPD,” tegasnya.

UP, lanjut Tommy, menjadi dana awal yang sangat dibutuhkan OPD, terutama pada awal tahun anggaran. Tanpa UP, kegiatan rutin berpotensi tersendat, sementara pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan.

“UP ini ibarat bensin awal. Kalau tidak ada, kendaraan tidak bisa jalan,” ungkapnya.

Pemprov Bengkulu berharap, dengan administrasi yang tertib, pencairan UP bisa dilakukan tepat waktu dan tidak mengganggu kinerja OPD. Apalagi, tahun 2026 menjadi tahun penting bagi sejumlah program prioritas daerah.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru