Prihatin Konflik Petani Bengkulu Selatan, Ketua DPD RI Gerak Cepat Utus Stafsus ke Lapangan

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, saat diwawancarai awak media (foto: dok DPD RI)

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, saat diwawancarai awak media (foto: dok DPD RI)

Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, mengecam keras penembakan terhadap lima warga Pino, Bengkulu Selatan, oleh oknum satuan pengamanan salah satu perusahaan pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS). Ia langsung mengutus Staf Khusus Ketua DPD RI, Brigjen Pol Esmed Eryani, untuk turun ke lapangan.

“Kita prihatin mengapa ini bisa sejauh ini, negara harus hadir untuk ini. Saya langsung perintahkan kepada stafsus Brigjen Pol Esmed Eryani, kebetulan beliau putra asli Bengkulu Selatan, untuk turun langsung ke lapangan hari ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda Bengkulu Selatan agar cepat mengambil tindakan yang diperlukan,” tegas Sultan melalui siaran pers, Selasa (25/11) di Jakarta.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Dorong Intervensi Pusat Atasi Jalan Rusak Kepahiang, Menteri Langung Ditelpon

Sultan menambahkan, dirinya akan menghubungi Menko Pembangunan dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri ATR/BPN Yusron Wahid untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat yang berkonflik. “Ini mungkin gunung es dari gambaran banyak kasus serupa di berbagai daerah. Kita tidak mau lagi konflik ini berdampak terlalu jauh hingga berubah menjadi tindak kekerasan dan perpecahan.”

Peristiwa yang ditengarai akibat konflik agraria antara masyarakat setempat dan PKS tersebut terjadi setelah puluhan warga Pino melakukan aksi protes karena lahan perkebunan yang masih berstatus sengketa digusur oleh perusahaan sebagai akses jalan.

Sultan berharap semua pihak terkait dapat duduk bersama bermusyawarah mencari solusi terbaik. Ia juga mengecam keras tindakan oknum security pabrik yang merespons aksi protes warga dengan tembakan senjata api. “Saya kira hal ini harus diusut secara serius,” ujarnya.

Baca Juga :  Perbaikan Alur Pulai Baai, Kedalaman alur mencapai 6,5 meter

Menurut Sultan, peristiwa berdarah ini dipicu konflik agraria yang tak kunjung diselesaikan. “Kami tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi pabrik PKS harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami para korban.”

“Secara normal tidak ada petani atau masyarakat yang berani berhadapan dengan oknum bersenjata api, kecuali jika hal yang diperjuangkannya adalah lahan hidup-mati keluarganya,” ungkapnya.

Sultan berharap masyarakat Pino tetap tenang dan menahan diri. “Kami akan minta pihak kepolisian menindak tegas oknum pelaku penembakan tersebut,” tutupnya.

Berita Terkait

MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri
Pemkot Tertibkan Pasar Panorama Untuk Keselamatan dan Estetika Kota
Pejabat Baru Diminta Langsung Tancap Gas Layani Masyarakat
Pilkada Dipilih Melalui DPRD Tidak Inskonstitusional
Kepercayaan Publik 72 Persen, MK Perkuat Integritas dan Transformasi Digital
Sorak Sorai Festival Dorong Lonjakan Transaksi Digital, Bank Raya Catat Ratusan Juta Transaksi
Promo Awal Tahun INFORMA, Belanja Furnitur Lebih Hemat dan Praktis
Baru Tiga Hari Tahun2026, Sebanyak 8.160 Pelaporan SPT: Coretax Ubah Perilaku Wajib Pajak
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:37 WIB

MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:44 WIB

Pemkot Tertibkan Pasar Panorama Untuk Keselamatan dan Estetika Kota

Senin, 12 Januari 2026 - 18:51 WIB

Pejabat Baru Diminta Langsung Tancap Gas Layani Masyarakat

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Pilkada Dipilih Melalui DPRD Tidak Inskonstitusional

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:39 WIB

Kepercayaan Publik 72 Persen, MK Perkuat Integritas dan Transformasi Digital

Berita Terbaru