Kenaikan UMP Bengkulu 2026 Jadi Ujian Kepatuhan Pengusaha

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu 2026 sebesar Rp157 ribu tidak hanya menjadi kabar bagi pekerja, tetapi juga ujian kepatuhan bagi dunia usaha. Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa UMP baru sebesar Rp2.827.250 wajib diterapkan tanpa pengecualian mulai 1 Januari 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah proses panjang yang diwarnai perbedaan pandangan tajam antara serikat pekerja dan pengusaha. Melalui SK Gubernur Bengkulu Nomor 646/DKKTans Tahun 2025, pemerintah memilih mengambil jalan tengah dengan menetapkan kenaikan 5,89 persen.

Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifuddin, menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin konflik berkepanjangan merugikan pekerja maupun pengusaha.

Baca Juga :  Respons Cepat Gubernur Helmi Hasan Aktifkan BPJS Warga Betungan

“Keputusan ini final dan mengikat. Kami berharap seluruh perusahaan patuh, karena ini menyangkut hak dasar pekerja,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif, namun tidak menutup kemungkinan penegakan hukum bagi perusahaan yang membandel. Pengawasan akan difokuskan pada sektor-sektor rawan pelanggaran, termasuk usaha padat karya.

Kenaikan UMP dinilai sebagai langkah penting menjaga daya beli masyarakat Bengkulu. Dengan meningkatnya pendapatan pekerja, konsumsi rumah tangga diharapkan tetap tumbuh dan menopang ekonomi daerah.

Selain UMP, pemerintah juga menetapkan kenaikan UMK di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Kota Bengkulu. Meski nilainya beragam, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan tenaga kerja secara bertahap.

Baca Juga :  Nelayan Diduga Jadi Korban Permainan Solar Subsidi, Polisi Geledah Kantor DKP Provinsi di Pulau Baai

Namun demikian, sejumlah pengusaha meminta pemerintah memberikan ruang dialog lanjutan, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah yang menghadapi keterbatasan modal.

Menanggapi hal tersebut, Disnakertrans menyatakan siap memfasilitasi komunikasi lanjutan tanpa mengurangi kewajiban pembayaran UMP.

“Kami terbuka untuk diskusi. Tapi prinsipnya, upah minimum adalah batas terendah yang harus dipenuhi,” tegas Syarifuddin.

Penetapan UMP Bengkulu 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan industrial yang berkeadilan. Pemerintah berharap pekerja mendapat perlindungan, pengusaha memperoleh kepastian, dan ekonomi Bengkulu tetap tumbuh secara berkelanjutan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru