RAKYATMERAHPUTIH – Kunjungan Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol Dicky Sondani, ke Lembaga Pembinaan Anak (LPA) Bentiring pada Jumat (28/11/2029) mempertegas pentingnya pendekatan moral, spiritual, dan edukasi dalam proses pembinaan remaja yang berurusan dengan hukum.
Dalam arahannya, Wakapolda menegaskan bahwa pembinaan bukan hanya memberikan hukuman, tetapi mengarahkan anak-anak untuk kembali menemukan jati diri yang positif.
“Bangun iman, bangun semangat. Karena setelah keluar dari sini, kalian harus siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya tegas.
Ia menekankan bahwa pembinaan spiritual adalah fondasi penting dalam mengubah perilaku. Dengan meningkatkan iman dan takwa, anak-anak binaan dapat memiliki pegangan moral yang kuat ketika menghadapi godaan dan tekanan lingkungan di luar LPA.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar bagi anak binaan adalah adaptasi kembali ke masyarakat. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya membangun mental positif sejak berada di lembaga pembinaan.
“Kita ingin mereka kembali sebagai anak-anak yang percaya diri, diterima masyarakat, dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama,” jelas Wakapolda.
Kunjungan ini ditutup dengan pembagian roti kepada anak-anak binaan. Simbol sederhana namun sarat makna, bahwa perhatian kepolisian tidak berhenti pada pembinaan hukum, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan kemanusiaan.
Kunjungan ini menjadi pengingat kuat bahwa proses pembinaan anak membutuhkan pendekatan menyeluruh dari spiritual, intelektual, sosial, dan emosional.









