Polisi Dalami Kemungkinan Tindak Pidana di Balik Penemuan Tiga Tengkorak dalam Guci di Kepahiang

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Polres Kepahiang kini mendalami beragam kemungkinan atas temuan tiga tengkorak manusia dalam sebuah guci di Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi. Penyelidikan yang dilakukan pada Selasa, 9 Desember 2025, belum bisa memastikan apakah kasus ini terkait tindak kriminal, penguburan lama, atau fenomena budaya tertentu.

Kapolsek Ujan Mas, Iptu Dody Hariyala, menyebut tim Inafis telah mengamankan tengkorak tersebut untuk analisis laboratorium. Pemeriksaan awal dilakukan di lokasi, sebelum tulang-tulang itu dibawa ke RSUD Rejang Lebong untuk uji forensik.

“Kami masih mendalami semua kemungkinan. Tiga tengkorak itu disimpan di dalam guci. Ini bukan temuan biasa,” ujarnya.

Baca Juga :  MoU dengan BPKP, Pemprov Bengkulu Perketat Pengawasan Anggaran

Polisi menilai cara penyimpanan tengkorak, disusun rapi dalam guci tanah liat mengindikasikan adanya praktik tertentu. Namun belum jelas apakah praktik itu terkait ritual, budaya, atau justru upaya menyembunyikan korban kejahatan.

Penemuan bermula ketika Subari, warga setempat, menggali tanah sedalam satu meter untuk menimbun lahan ternak. Saat sekopnya mengenai benda keras, ia mengira itu batu besar. Guci pecah, memperlihatkan tiga tengkorak manusia. Subari langsung menghentikan pekerjaannya dan melapor ke polisi.

Tim olah TKP kini meneliti guci, pecahan tanah liat, struktur tulang, hingga lokasi temuan. Ada kemungkinan polisi akan meminta bantuan ahli arkeologi bila forensik menunjukkan tulang-tulang tersebut berusia puluhan atau ratusan tahun.

Baca Juga :  Ribuan Warga Bengkulu Padati Danau Dendam Tak Sudah, Aksi Kopassus Jadi Tontonan Edukatif

Selain itu, polisi juga mewawancarai warga sekitar untuk menggali sejarah lahan tersebut. Beberapa warga menyebut wilayah itu pernah menjadi tempat pemakaman kecil puluhan tahun lalu, namun informasi ini masih diverifikasi.

Hingga kini, polisi menegaskan belum ada dugaan kuat yang mengarah pada tindakan pembunuhan. Kepastian baru akan didapat setelah hasil forensik keluar.

“Yang jelas, ini temuan penting dan harus kami telusuri secara ilmiah dan prosedural,” kata Kapolsek Dody.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Berita Terbaru

Bengkulu

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:14 WIB