RAKYATMERAHPUTIH – Polres Kepahiang kini mendalami beragam kemungkinan atas temuan tiga tengkorak manusia dalam sebuah guci di Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi. Penyelidikan yang dilakukan pada Selasa, 9 Desember 2025, belum bisa memastikan apakah kasus ini terkait tindak kriminal, penguburan lama, atau fenomena budaya tertentu.
Kapolsek Ujan Mas, Iptu Dody Hariyala, menyebut tim Inafis telah mengamankan tengkorak tersebut untuk analisis laboratorium. Pemeriksaan awal dilakukan di lokasi, sebelum tulang-tulang itu dibawa ke RSUD Rejang Lebong untuk uji forensik.
“Kami masih mendalami semua kemungkinan. Tiga tengkorak itu disimpan di dalam guci. Ini bukan temuan biasa,” ujarnya.
Polisi menilai cara penyimpanan tengkorak, disusun rapi dalam guci tanah liat mengindikasikan adanya praktik tertentu. Namun belum jelas apakah praktik itu terkait ritual, budaya, atau justru upaya menyembunyikan korban kejahatan.
Penemuan bermula ketika Subari, warga setempat, menggali tanah sedalam satu meter untuk menimbun lahan ternak. Saat sekopnya mengenai benda keras, ia mengira itu batu besar. Guci pecah, memperlihatkan tiga tengkorak manusia. Subari langsung menghentikan pekerjaannya dan melapor ke polisi.
Tim olah TKP kini meneliti guci, pecahan tanah liat, struktur tulang, hingga lokasi temuan. Ada kemungkinan polisi akan meminta bantuan ahli arkeologi bila forensik menunjukkan tulang-tulang tersebut berusia puluhan atau ratusan tahun.
Selain itu, polisi juga mewawancarai warga sekitar untuk menggali sejarah lahan tersebut. Beberapa warga menyebut wilayah itu pernah menjadi tempat pemakaman kecil puluhan tahun lalu, namun informasi ini masih diverifikasi.
Hingga kini, polisi menegaskan belum ada dugaan kuat yang mengarah pada tindakan pembunuhan. Kepastian baru akan didapat setelah hasil forensik keluar.
“Yang jelas, ini temuan penting dan harus kami telusuri secara ilmiah dan prosedural,” kata Kapolsek Dody.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









