Di Balik Molornya UMP 2026: Revisi Formula, Putusan MK, dan Stabilitas Politik

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 yang tak kunjung diumumkan hingga Desember 2025 menimbulkan banyak spekulasi. Dari kondisi ekonomi global hingga keputusan Mahkamah Konstitusi, berbagai faktor disebut menjadi penyebab molornya pengumuman yang biasanya berlangsung setiap November.

Wamenaker RI, Afriansyah Noor, memberikan gambaran lebih mendalam tentang kompleksitas proses penetapan upah tahun ini. Menurutnya, pemerintah harus berhati-hati dalam mengumumkan angka final karena tahun 2025 adalah periode sensitif, baik secara politik maupun ekonomi.

“Pemerintah menunggu momen tepat agar keputusan UMP tidak menimbulkan instabilitas. Keputusan ini menyangkut pengusaha, pekerja, bahkan iklim investasi,” kata Afriansyah.

Di balik layar, pemerintah tengah mengutak-atik formula baru berdasarkan Putusan MK Nomor 168/PUU-XXI/2023, yang mengharuskan perbaikan regulasi pengupahan. Putusan ini menilai formula sebelumnya kurang memberi kepastian dan keadilan bagi pekerja.

Baca Juga :  DPRD Tegaskan Integritas Sebagai Harga Mati bagi Komisioner KPID Bengkulu

Selain MK, perhitungan UMP harus memperhitungkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) terbaru, inflasi, produktivitas, hingga kondisi pasar tenaga kerja. Situasi ekonomi nasional yang tengah menghadapi tekanan global membuat kehatian-hatian pemerintah semakin tinggi.

“Sejak Maret 2025, pemerintah dan Tripartit sudah rapat. Semua data kita analisis. Kita ingin rumus UMP diterima kedua belah pihak,” jelas Afriansyah.

Di sisi lain, beberapa daerah mengalami bencana yang berdampak pada ekonomi regional, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi ini membuat pemerintah mempertimbangkan penyesuaian khusus dalam penetapan UMP di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Sorak Sorai Festival Dorong Lonjakan Transaksi Digital, Bank Raya Catat Ratusan Juta Transaksi

“Bencana menjadi salah satu variabel. Karena itu formula UMP tidak bisa diterapkan secara rata,” ujarnya.

Bagi pengusaha, molornya keputusan membuat proses penyusunan anggaran 2026 ikut tertunda. Mereka membutuhkan kepastian biaya tenaga kerja sebelum menyusun rencana produksi dan investasi.

Sementara serikat pekerja mendesak pemerintah untuk lebih transparan. Mereka menilai pekerja menjadi pihak paling dirugikan ketika pengumuman upah dilakukan terlalu dekat dengan pergantian tahun.

“Yang penting sebelum 31 Desember 2025, UMP sudah diumumkan,” tegas Afriansyah.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru
Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM
MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri
Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan
Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah
Pemkot Tertibkan Pasar Panorama Untuk Keselamatan dan Estetika Kota
PH Minta Nilai Objektif, Fakta Sidang Tak Buktikan Eka Kacab Cucofindo Ada Unsur Korupsi
Pejabat Baru Diminta Langsung Tancap Gas Layani Masyarakat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:59 WIB

Eks Kadis Pertambangan BU Dietapkan Tsk, Kejati Beri Sinyal Kaut Tsk Baru

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:14 WIB

Panitia Dibubarkan, Warisan Jamda VII Kaur Diharap Jadi Energi Baru Pembangunan SDM

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:37 WIB

MoU Bank Tanah Jadi Titik Balik, Bengkulu Bangun Ekonomi dari Aset Sendiri

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:51 WIB

Pelayanan Publik Bengkulu Berbenah, Gedung BPKB Baru Jadi Simbol Reformasi Layanan

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:14 WIB

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Berita Terbaru

Walikota  Bengkulu Dedy Wahyudi, menyatakan Mars Kota Bengkulu ditetapkan sebagai lagu wajib dalam acara resmi. Pemkot Bengkulu menilai lagu ini sebagai strategi membangun identitas dan kebersamaan warga

Bengkulu

Mars Kota Bengkulu dan Strategi Membangun Identitas Daerah

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:14 WIB