RAKYATMERAHPUTIH – Berakhirnya Tahun 2025, Kejaksaan Tinggi Bengkulu tidak sekadar menghitung capaian, tetapi juga memperkuat soliditas internal. Dalam kegiatan syukuran kinerja dan doa bersama, Kepala Kejati Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, mengajak seluruh jajaran menjadikan 2026 sebagai tahun penguatan integritas dan pelayanan publik.
Victor menyampaikan bahwa tantangan penegakan hukum ke depan semakin berat. Publik menuntut keadilan yang cepat, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Karena itu, soliditas dan kedisiplinan internal menjadi modal utama.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kejaksaan harus menjadi satu tubuh yang solid, saling mendukung, dan saling mengingatkan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme dalam setiap penanganan perkara. Menurutnya, kepercayaan publik adalah aset terbesar institusi penegak hukum, dan kepercayaan itu hanya bisa dijaga melalui kerja yang jujur dan bertanggung jawab.
Doa bersama yang mengiringi syukuran menjadi simbol harapan agar seluruh jajaran Kejati Bengkulu diberikan kekuatan moral dalam menjalankan tugas. Victor menyebut, kekuatan spiritual menjadi fondasi penting agar aparat hukum tidak mudah goyah oleh tekanan maupun godaan.
Selain refleksi internal, Kajati Bengkulu juga menyinggung pentingnya pelayanan hukum kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kejaksaan bukan hanya institusi penuntutan, tetapi juga pelayan publik yang harus hadir memberi rasa keadilan.
“Setiap kebijakan dan tindakan kita harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Itulah hakikat penegakan hukum,” katanya.
Kegiatan syukuran ini pun dinilai menjadi momentum penyatuan semangat. Banyak pegawai berharap kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga sepanjang 2026, sehingga Kejati Bengkulu mampu menjawab tantangan hukum dengan lebih baik.
Dengan refleksi dan doa, Kejaksaan Tinggi Bengkulu melangkah ke Tahun 2026 dengan tekad baru: memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga kepercayaan masyarakat Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









