RAKYATMERAHPUTIH – Proyek pengendalian banjir di Kota Bengkulu bukan sekadar pekerjaan jangka pendek. Pemerintah telah menyiapkan peta jalan panjang untuk benar-benar mengurai persoalan banjir yang selama ini menghantui ibu kota provinsi tersebut.
Saat ini, proyek yang sedang berjalan difokuskan pada peningkatan tanggul eksisting serta peningkatan kapasitas pompa banjir. Meski mengalami keterlambatan, progres pekerjaan telah mencapai 96 persen dan ditargetkan segera rampung.
Namun, pekerjaan tersebut hanyalah bagian awal dari rangkaian penanganan banjir Bengkulu. Kepala SNVT PJSA BWSS VII, Hadi Buana, mengungkapkan bahwa ke depan akan ada pembangunan dua unit kolam retensi sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir.
“Pembangunan kolam retensi sedang dalam tahap pembebasan lahan. Ini menjadi langkah penting untuk mengurangi debit air saat hujan ekstrem,” ujarnya.
Selain kolam retensi, pemerintah juga telah menyiapkan delapan tahapan lanjutan dalam program pengendalian banjir Bengkulu. Seluruh tahapan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,8 triliun.
Nilai tersebut mencerminkan besarnya tantangan yang dihadapi Bengkulu dalam mengatasi persoalan banjir. Kondisi geografis, aliran sungai, serta perubahan iklim membuat penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan.
Hadi menegaskan bahwa setiap tahapan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran dan prioritas kebutuhan. Pemerintah pusat, kata dia, berkomitmen penuh untuk menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
“Penanganan banjir ini membutuhkan waktu dan konsistensi. Tapi komitmen pemerintah jelas,” katanya.
Bagi masyarakat Bengkulu, proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Selama bertahun-tahun, banjir kerap menimbulkan kerugian material, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga membahayakan keselamatan warga.
Dengan adanya tanggul yang diperkuat, pompa yang ditingkatkan, serta kolam retensi yang direncanakan, risiko banjir diharapkan bisa ditekan secara signifikan. Pemerintah optimistis Bengkulu akan memiliki sistem pengendalian banjir yang lebih andal di masa depan
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









