Warga Desak Penghentian Penimbunan Limbah FABA di Lokasi Pembangunan Satpas SIM Bengkulu

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Timur Indah Bengkulu mendesak penghentian penimbunan limbah FABA di lokasi pembangunan Satpas SIM karena dinilai berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

Warga Timur Indah Bengkulu mendesak penghentian penimbunan limbah FABA di lokasi pembangunan Satpas SIM karena dinilai berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

RAKYATMERAHPUTIH – Masyarakat Kelurahan Timur Indah, Kota Bengkulu, mendesak agar aktivitas penimbunan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di lokasi pembangunan Satpas SIM segera dihentikan. Penimbunan limbah dari PLTU Teluk Sepang tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan warga.

Aktivitas penimbunan diketahui mulai berlangsung sejak 15 Januari 2026. Delapan truk limbah diturunkan di area jurang yang akan ditimbun sebagai bagian dari pembangunan fasilitas pelayanan publik tersebut.

Warga menyayangkan tidak adanya sosialisasi sebelum penimbunan dilakukan. Mereka baru mengetahui setelah melihat langsung tumpukan material di lokasi.

“Kami tidak pernah diberi tahu. Tiba-tiba limbah sudah ditumpuk di sini,” ujar Riyes Eriawan, Ketua RT setempat.

Menurut rencana, jumlah limbah yang akan digunakan mencapai sekitar 9.000 meter kubik. Angka ini membuat warga semakin khawatir karena volume tersebut dinilai terlalu besar untuk kawasan permukiman.

Baca Juga :  Warga Pondok Kelapa Dapat Harapan Baru Usai Kunjungan Teuku Zulkarnain ke Lokasi Abrasi

Wilayah tersebut memiliki saluran drainase utama yang berada dekat dengan lokasi penimbunan. Saat hujan, air berpotensi membawa partikel limbah ke lingkungan sekitar dan masuk ke sumur warga.

Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi tempat aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk anak-anak yang sering bermain di sekitar lapangan tenis yang berdekatan dengan lokasi proyek.

Pada 19 Januari 2026, warga menghentikan truk yang hendak melakukan penimbunan lanjutan. Kejadian itu berlanjut pada pertemuan di Kantor Kelurahan Timur Indah pada 21 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan penolakan secara terbuka. Mereka meminta agar aktivitas penimbunan dihentikan dan limbah yang sudah terlanjur ditumpuk segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga :  Bangun Iman, Semangat, dan Masa Depan: Wakapolda Bengkulu Dorong Reintegrasi Anak Binaan LPA Bentiring

Warga juga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan Satpas SIM, tetapi menolak jika pembangunan tersebut menggunakan material yang berpotensi membahayakan lingkungan.

“Pembangunan boleh saja, tapi jangan pakai limbah di tengah perumahan,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat berharap pihak yang bertanggung jawab dapat mencari alternatif material lain yang lebih aman. Mereka juga meminta adanya pengawasan dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang.

Penolakan ini menjadi cerminan meningkatnya kesadaran warga terhadap isu lingkungan dan kesehatan. Mereka ingin memastikan bahwa pembangunan fasilitas publik tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.

Saat ini, warga masih menunggu keputusan resmi dari pihak terkait. Mereka berharap aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti secara serius.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Berita Terbaru

Bengkulu

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:14 WIB