Aliran Rp 9,5 Miliar diburu, Kasus PHL PDAM Bengkulu Masuk Babak Baru

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMERAHPUTIH – Pengusutan dugaan korupsi penerimaan Pegawai Harian Lepas (PHL) di Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu terus bergulir. Setelah tiga orang ditetapkan tersangka, penyidik kini menajamkan penyelidikan pada aliran dana yang nilainya mencapai Rp 9,5 miliar.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu memastikan penyidikan belum berhenti. Pemeriksaan saksi terus dilakukan untuk menelusuri ke mana saja uang tersebut mengalir.

“Kami fokus pada aliran dana. Pemeriksaan saksi masih berjalan,” kata Kompol Muhammad Syahir Fuad Rangkuti.

Menurutnya, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 5,5 miliar. Angka tersebut berasal dari dugaan praktik penerimaan PHL sejak 2023 hingga pertengahan 2025.

Baca Juga :  Entah Siapa yang Salah dalam Operasi Penertiban Perda Hewan Ternak oleh Satpol PP Kaur, Sapi Milik Warga Mati di Penangkaran

Tiga tersangka sebelumnya sudah menjalani proses persidangan. Namun, penyidik menduga keterlibatan pihak lain masih terbuka lebar.

“Tidak mungkin uang sebesar itu hanya dinikmati tiga orang. Kita lihat perkembangan berikutnya,” tegas Syahir.

Pemeriksaan dilakukan terhadap puluhan saksi, mulai dari PHL hingga pegawai tetap. Semua dimintai keterangan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut BUMD yang mengelola kebutuhan vital masyarakat. Jika benar terjadi praktik pungutan dalam penerimaan pegawai, maka dampaknya tidak hanya soal kerugian negara, tetapi juga kepercayaan publik.

Di lapangan, sejumlah saksi mengaku ditanya soal mekanisme masuk kerja dan dugaan setoran. Penyidik mengumpulkan data administrasi serta alur transaksi untuk memperkuat bukti.

Baca Juga :  Terik Matahari Kian Menyengat, BMKG Sebut Bengkulu Masih Normal

Langkah Polda Bengkulu ini mendapat perhatian luas. Publik berharap pengungkapan dilakukan menyeluruh hingga ke akar persoalan.

Penyidik memastikan proses hukum berjalan profesional. Penetapan tersangka baru, jika ada, akan diumumkan setelah alat bukti dinyatakan cukup.

Kasus ini pun disebut sebagai babak lanjutan yang bisa membuka fakta-fakta baru. Jika aliran dana berhasil dibongkar, maka struktur jaringan di balik praktik tersebut bisa terungkap.

Untuk saat ini, satu pesan disampaikan penyidik: proses masih berjalan, dan semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru