Aset Mewah Dikembalikan! JPU Ungkap Uang Pengganti Sudah Tutup Kerugian Negara Kasus Tambang

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 00:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aset mewah milik terdakwa kasus tambang Bengkulu dikembalikan setelah uang pengganti dinilai menutup kerugian negara. Jaksa ungkap fakta baru dalam sidang tuntutan.

Aset mewah milik terdakwa kasus tambang Bengkulu dikembalikan setelah uang pengganti dinilai menutup kerugian negara. Jaksa ungkap fakta baru dalam sidang tuntutan.

RAKYATMERAHPUTIH – Sidang pembacaan tuntutan dalam perkara dugaan korupsi tambang batu bara di Bengkulu kembali membuka fakta penting. Tidak hanya soal ancaman pidana bagi para terdakwa, sidang ini juga menyoroti nasib aset bernilai besar yang sebelumnya sempat disita penyidik.

Dalam persidangan yang digelar Rabu (22/4/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan sebagian besar aset sitaan milik terdakwa Bebby Hussy dan Sakya Hussy dikembalikan. Keputusan ini diambil setelah nilai pemulihan kerugian negara dinilai telah terpenuhi.

Sejak awal penyidikan, kasus ini memang menyita perhatian publik. Pasalnya, penyidik menyita berbagai aset dengan nilai fantastis yang diduga berkaitan dengan perkara. Aset tersebut meliputi kendaraan mewah, rumah, tanah, hingga stok batu bara dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Safari Subuh Penuh Makna, Helmi Hasan Perkuat Silaturahmi dan Serahkan Bantuan Sosial

Dalam tuntutannya, jaksa menjelaskan bahwa uang titipan serta aset yang sebelumnya disita telah diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran uang pengganti. Hal ini khususnya berlaku untuk terdakwa Bebby Hussy dan Sakya Hussy.

JPU Ahmad Ghufroni menegaskan bahwa tujuan utama penyitaan sejak awal bukan sekadar mengamankan barang, tetapi untuk menjamin pemulihan kerugian negara.

“Pada dasarnya penyitaan dilakukan untuk mengembalikan kerugian keuangan negara. Dan dari pihak terdakwa sudah melakukan pengembalian,” jelas Ghufroni di hadapan majelis hakim.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait status aset yang sebelumnya diamankan, Ghufroni membenarkan bahwa sejumlah barang bernilai tinggi tersebut telah dikembalikan.

“Iya,” jawabnya singkat.

Berdasarkan data yang terungkap dalam persidangan, aset yang sempat disita cukup beragam dan bernilai besar. Di antaranya kendaraan mewah seperti Pajero, Mini Cooper, hingga Toyota Rush. Selain itu, terdapat pula rumah mewah, belasan bidang tanah, obligasi bernilai miliaran rupiah, giro, serta sekitar 126 ribu ton batu bara siap jual.

Baca Juga :  Mukomuko Dapat Jatah Terbanyak, 15 Titik Lisdes Siap Dibangun

Tak hanya itu, penyidik juga sempat menyita workshop, alat berat, hingga rekening dan deposito milik terdakwa. Seluruh aset tersebut sebelumnya dijadikan jaminan dalam upaya pengembalian kerugian negara.

Namun kini, setelah dana pengganti dinilai telah mencukupi, aset-aset tersebut tidak lagi diperlukan sebagai jaminan. Oleh karena itu, jaksa memutuskan untuk mengembalikannya kepada pihak terdakwa.

Langkah ini menunjukkan bahwa fokus penegakan hukum dalam perkara ini tidak semata pada penyitaan aset, tetapi lebih pada pemulihan kerugian negara.

Penulis : Windi junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar
Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum
Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak
Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka
Truk Batu Bara Tak Lewat Padang Serai, Pemprov Bengkulu Siapkan Kajian Jalur Khusus
Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
PHRI Bengkulu Warning Satpol PP soal Sidak Hotel: Jangan Tanya Izin di Lapangan
Proses SK Perpanjangan Selesai Bulan Ini, BKD Fokus Optimalisasi PPPK Paruh Waktu
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bekal dari Pelabuhan untuk Kampus, GM Pelindo Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bermimpi Besar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Dorong Tata Kelola Transparan, Kejati Bengkulu dan Pelindo Lanjutkan Kerja Sama Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Verval KDMP, Siapkan Penandatanganan Serentak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kekerasan Anak Tak Hanya Luka Fisik, Kejati Bengkulu Ajak Masyarakat Lebih Peka

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Stok Pemerintah Makin Kuat, BULOG Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani

Berita Terbaru