RAKYATMERAHPUTIH – Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memperluas komoditas dalam program ketahanan pangan. Tak hanya mengandalkan jagung, pemerintah mulai membidik pengembangan kedelai, persawahan dan berbagai bahan pangan pokok lainnya.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan penguatan produksi pangan menjadi bagian dari prioritas pemerintah. Langkah tersebut juga akan diperkuat melalui program Dua Hektare Satu Desa.
Program ini merupakan pengembangan dari Satu Hektare Satu Desa yang telah dijalankan sejak 2025.
“Ya tentu kedaulatan pangan prioritas, karena itu program presiden. Soal kedelai, soal jagung, soal cetak sawah, begitu,” kata Helmi, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pernyataan Helmi menunjukkan arah program ketahanan pangan Bengkulu akan dibuat lebih beragam.
Jika sebelumnya perhatian banyak diarahkan pada pemanfaatan lahan desa, pemerintah kini ingin memperbesar luas lahan sekaligus memperbanyak komoditas yang diproduksi.
Target lahan produktif setiap desa akan ditingkatkan menjadi dua hektare.
“Tidak hanya lagi soal satu hektare satu desa, tapi dua hektare satu desa. Tidak hanya soal per desa, tapi bagaimana ketahanan pangan kita mulai dari rumah-rumah,” ujar Helmi.
Peningkatan luas lahan diharapkan membuka ruang bagi desa untuk menanam komoditas sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah.
Dengan demikian, satu desa tidak harus bergantung pada satu jenis tanaman.
Kedelai menjadi salah satu komoditas yang disebut Helmi. Selain itu, jagung tetap masuk dalam agenda penguatan produksi.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan persawahan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan pangan.
Arah kebijakan tersebut menempatkan desa sebagai salah satu basis produksi. Namun Helmi ingin gerakan ketahanan pangan berjalan lebih jauh.
Rumah tangga akan didorong ikut berperan menghasilkan kebutuhan pangan.
Menurut Helmi, ketahanan pangan yang kuat harus dibangun mulai dari unit terkecil dalam masyarakat.
“Bagaimana setiap rumah-rumah kita itu mampu bertahan secara pangan. Nah ini yang akan kita gerakkan bekerja sama tentu dengan Bank Indonesia,” ujarnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









